Cerita Sariyah, tukang bubur naik haji setelah 24 tahun menabung

Senin, 8 September 2014 16:42 Reporter : Chandra Iswinarno
Sariyah, tukang bubur di Sukabumi naik haji. ©2014 Merdeka.com/Chandra

Merdeka.com - Jangan dikira cerita tukang bubur naik haji hanya ada di sinetron, sebab di kehidupan nyata cerita seperti itu juga ada. Nama tukang buburnya Sariyah, warga Sukabumi, Jawa Barat yang akhirnya bisa berangkat haji setelah 24 tahun menabung.

Warga Desa Karanglewas Kidul, Kecamatan Karanglewas, itu mengaku telah mengumpulkan uang sejak 1990, demi menyempurnakannya rukun Islam kelima, yakni ibadah haji ke Baitullah di Mekkah.

Sehari-hari Sariyah hidup dalam kesederhanaan. Namun kondisi itu tak membuat janda satu anak ini bergantung pada orang lain. Dia tekun beribadah, bersabar mengarungi samudera hidup setelah suaminya meninggal beberapa puluh tahun silam.

Agar bisa bertahan hidup, Sariyah bekerja berjualan bubur candil dan penganan lain sembari membulatkan niat dan keyakinan untuk bisa berhaji memenuhi perintah Allah.

"Penghasilan saya dulu ya waktu masih gendong ya sekitar Rp 5 ribu sehari. Kadang-kadang ya Rp 7 ribu. Sekarang ya udah pakai sepeda, jualannya macam-macam sekarang sampai Rp 30 ribu, untungnya kadang-kadang sampai Rp 20 ribu," ujarnya saat ditemui di rumahnya, Minggu (8/9).

Sehari-hari Sariyah yang kini menginjak usia 52 tahun, harus menyiapkan dagangannya sejak pagi hingga siang. Jelang pukul 13.00 WIB hingga menjelang maghrib ia berkeliling menjajakan dagangannya. Menggunakan sepeda tua ia menyambangi satu per satu desa yang ada di sekitar rumahnya.

"Sekitar tiga desa saya berkeliling untuk menjajakan bubur candil dan beberapa penganan lainnya," ucapnya.

Baginya, kemandirian adalah prinsip yang harus dijalaninya. Saat ini, Sariyah hidup sendiri, anak satu-satunya tak lagi tinggal di rumah lantaran merantau di Jakarta dan sudah berkeluarga.

Sampai saat ini, dia mengaku masih menjajakan bubur untuk menambah uang saku selama menunaikan ibadah haji. Sariyah, mengaku selama ini bekerja keras untuk menggapai cita-citanya menunaikan ibadah ke tanah suci.

"Kalau memang sudah niat, mungkin Allah akan memberi rizki yang gampang, barokah. Mudah-mudahan saudara saya semua di seluruh Indonesia dipanggil oleh Allah (berhaji ke Mekkah) dengan hasil kerja keras sendiri," ucapnya.

Sariyah menjadi seorang calon haji yang akan bertolak ke Tanah Suci. Ia berangkat bersama kelompok penerbangan kloter 47 yang akan berangkat pada 17 September nanti, setelah menabung selama 24 tahun. [mtf]

Topik berita Terkait:
  1. Haji
  2. Kisah Inspiratif
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.