Cerita Rangga Selalu Membela Ibu dan Kado Ulang Tahun dari Ayah

Senin, 19 Oktober 2020 20:27 Reporter : Yan Muhardiansyah
Cerita Rangga Selalu Membela Ibu dan Kado Ulang Tahun dari Ayah Orang tua Rangga. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kisah heroik Rangga alias Ra (10) yang dibunuh secara sadis saat mencoba membantu ibunya, D (28), yang akan diperkosa SB (41) di Langsa, Aceh Timur, Aceh, Jumat (19/10) dinihari masih menjadi perbincangan. Sikap bocah itu yang selalu membela ibunya pun terus menjadi ingatan ayahnya, Fad (30).

Fad mengatakan, Ra memang sangat penyayang serta memiliki sikap peduli dan pembela. "Anak saya itu memang pembela, jadi kalau saya dengar dari cerita pembelaan dia kepada ibunya, memang saya yakin betul anak saya memang begitu," kata Fad di kediamannya, Jalan Bunga Terompet, Medan Selayang, Medan, Senin (19/10).

Ra pun memang selalu membela ibunya. "Kalau kami ada cekcok dengan mantan istri saya, Ra ikut itu membela ibunya," kisah Fad sembari mengatakan putranya itu seorang yang pintar dan aktif.

Sebelum peristiwa nahas yang menimpa putranya, Fad merasakan firasat buruk. Dia merasa amat berat untuk menerima tawaran pekerjaan di luar Kota Medan.

Fad mengaku pertama kali mendapat kabar Ra diduga jadi korban pembunuhan dan meninggal dunia sehari setelah kejadian. Dia memperoleh informasi dari seorang temannya yang memperhatikan posting-an di media sosial.

Pria ini mengaku sempat kebingungan untuk memastikan kejadian itu. Dia kesulitan menghubungi mantan istrinya. Kabar pasti akhirnya dia dapat dari mantan mertuanya. Putranya telah dibunuh.

Jenazah Ra ditemukan mengambang di Sungai Gampong Alue, Langsa, Aceh Timur, Minggu (11/10). Dari hasil penyelidikan polisi diketahui bocah itu dibunuh SB yang berniat memerkosa D.

Siswa kelas 2 SD itu terbangun dan berupaya melawan dan menjerit minta tolong. Namun SB membacokinya dan tubuhnya dibuang ke sungai. "Saya lihat jenazah anak saya, ada beberapa luka sayatan di leher, tangan dan luka tusuk," sebut Fad.

Setelah mendapat kepastian kabar duka itu, Fad langsung berangkat dari Medan ke Langsa. Dia ditemani ayahnya, kakek Ra.

Mereka turut mengantarkan bocah itu ke peristirahatan terakhirnya. "Karena kondisi jenazah, kami keluarga memutuskan tidak membawanya ke Medan dan dikebumikan di Aceh," sebut Fad.

Fad mengaku ikhlas dengan kepergian Ra. "Saya tahu anak saya ini memang pembela, saya percaya kematian dia tidak sia-sia, karena membela ibunya. Itulah yang membuat saya dan keluarga ikhlas," sebutnya.

Baca Selanjutnya: Dijemput Ibu untuk Disekolahkan di...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pembunuhan
  3. Medan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini