Cerita prostitusi 'ayam kampus' berkedok terapis di Surabaya

Sabtu, 13 Desember 2014 06:30 Reporter : Hery H Winarno
Cerita prostitusi 'ayam kampus' berkedok terapis di Surabaya Ilustrasi Prostitusi.
1. Ayam kampus dibanderol Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta

Merdeka.com - Selain memberi layanan pijat terapis bagi pelanggannya, tempat bernama Grand Salon dan Perawatan di Jalan Ambengan Surabaya itu, juga menyediakan mahasiswi-mahasiswi yang siap memberi layanan plus-plus. Untuk sekali booking, mahasiswi-mahasiswi perguruan tinggi swasta (PTS) di Surabaya itu, dibanderol antara Rp 2,5 juta hingga 3,5 juta rupiah.

Si pemilik salon, yaitu tersangka Mami Ay (43), yang juga tinggal di Jalan Ambengan, Surabaya, sekaligus bertindak sebagai germo. Sementara tersangka Papi ER, bertugas sebagai perantara atau mucikari.

Menurut Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Awi Setiyono, terbongkarnya sindikat esek-esek berkedok jasa terapis ini, bermula dari informasi masyarakat yang diterima Polda Jawa Timur pada 28 November lalu.

"Kemudian anggota kita dari Subdit Renakta Ditreskrimum melakukan penyidikan. Setelah itu, pada 1 Desember, sekitar pukul 17.30 WIB, kita lakukan penggerebekan terhadap salon yang dikelola Mami Ay tersebut," terang Awi Setiyono di Mapolda Jawa Timur, Kamis (11/12).

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini