Cerita Pria Gowa Nekat Naik Rakit ke Kalimantan demi Mencari Kerja

Kamis, 18 Agustus 2022 14:48 Reporter : Ihwan Fajar
Cerita Pria Gowa Nekat Naik Rakit ke Kalimantan demi Mencari Kerja Tangkapan layar penyelamatan korban. ©2022 Merdeka.com/Istimewa

Merdeka.com - Seorang pria bernama Muhammad Daeng Riboko (30), warga Kabupaten Gowa 10 hari terombang-ambing di Selat Makassar setelah rakitnya dipukul ombak. Dia beruntung diselamatkan anak buah kapal (ABK) KM STB 14 yang melintas.

Berdasarkan keterangan Nakhoda KM STB 14 Fredy Muhammad Friady yang beredar di media sosial, Riboko ditemukan terombang-ambing pada Rabu (17/8) pukul 14.00 Wita pada titik koordinat lintang/bujur 4°23907" S/117°10′210" E atau Selat Makassar. Fredy menyebutkan Riboko ditemukan dalam kondisi selamat.

"Berdasarkan informasi, korban akan menyeberang lautan dari Parepare menuju Kalimantan menggunakan rakit atau perahu untuk mencari pekerjaan. Saat korban menyeberang lautan, korban mengalami cuaca buruk sehingga perahu/rakit yang digunakan terhempas ombak dan terbalik berkali-kali," ujarnya dalam keterangan tertulis.

2 dari 3 halaman

Korban dalam Kondisi Lemas

Fredy menyebutkan korban berusaha menyelamatkan diri dengan menggapai rakitnya yang sudah terbalik untuk dapat bertahan hidup di atasnya. Meski sudah terbalik, rakit itu tetap mengapung.

"Korban terbujur lemas dan rakit tersebut terus terbawa arus dan ombak yang kuat sehingga terbawa ke tengah laut luas," kata dia.

Berdasarkan pengakuannya, korban sudah terapung selama 10 hari. Saat ditemukan kondisi Riboko dalam kondisi lemah dan tubuh penuh luka lecet.

"Menurut pengakuan korban telah terapung selama 10 hari. Saat diselamatkan, korban dalam keadaan lemas dan sebagian kulit tubuh korban terluka/lecet karena terkikis air laut dan gesekan dari rakit yang dinaikinya," bebernya.

Fredy mengaku setelah berkoordinasi dengan stasiun pantai, pihaknya membawa Riboko ke Kalimantan Selatan. Di sana Riboko akan mendapatkan perawatan.

3 dari 3 halaman

SAR Koordinasi dengan KM STB 14

Sementara Komandan SAR Posko Parepare Dadang mengaku belum mendapatkan data resmi terkait penemuan warga yang terombang-ambing di perairan Parepare. Ia mengatakan, masih mencoba menghubungi pihak nakhoda KM STB 14 dan juga Syahbandar Parepare.

"Saya sementara konfirmasi ke pihak kapal, tapi belum dapat kontaknya untuk tanya evakuasi ke mana ini. Sementara kita juga koordinasi dengan Syahbandar Parepare, tapi belum ada jawaban," tuturnya.

Meski demikian, dirinya sudah membaca bahan keterangan (baket) nakhoda KM STB 14 terkait penyelamatan satu orang yang terombang-ambing.

"Kalau nakhoda, berarti lebih jelas informasinya. Karena secara otomatis korban diinterogasi sama pihak kapal," ucapnya.

Baca juga:
Ingin Rayakan HUT RI di Puncak Gunung Bawakaraeng, Pendaki Terjatuh hingga Patah Kaki
Duel Maut Lansia di Gowa Dipicu Sengketa Lahan, Satu Meninggal
Salat Iduladha Sama dengan Muhammadiyah, An Nadzir Gowa: Kami Merujuk Metodologi
Waskita Karya Cicil Kerugian Negara, KPK Tetap Usut Dugaan Korupsi pada Proyek IPDN
Kades Usul Masa Jabatan 9 Tahun, Mendes PDTT Teruskan ke Kemendagri

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini