Cerita polisi di Cirebon dikeroyok, diarak & ditelanjangi warga

Rabu, 18 Maret 2015 05:02 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Cerita polisi di Cirebon dikeroyok, diarak & ditelanjangi warga Ilustrasi Polisi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Nekat ulah sekelompok warga di Cirebon ini. Mereka berani mengeroyok anggota polisi hingga babak belur dan tak berdaya. Brigadir Muh Andi Al Mujid seorang anggota polisi Polres Cirebon saat kejadian memang sedang tidak bertugas.

Namun, ketika melihat ada dua kelompok warga yang sedang bertikai di area parkir CSB Mall Jalan Cipto Mangun Kusumo, Kota Cirebon, Jawa Barat dia langsung melerainya. Tapi nahas, polisi berusia 22 tahun itu malah jadi bulan-bulanan salah satu kelompok tersebut.

Padahal korban sudah mengaku bahwa dirinya adalah seorang polisi. Akan tetapi, pengakuannya tidak didengarkan oleh sekelompok warga yang terus memukulinya. Mungkin karena saat itu Brigpol Andi tidak mengenakan seragamnya.

Tidak sampai dihajar hingga babak belur, Brigpol Andi juga sempat dilecehkan dengan dilucuti celananya. Kemudian dia pun dibawa ke tempat yang lebih sepi untuk kembali dipukuli.

Bagaimana cerita lengkap polisi yang dikeroyok sekelompok warga hingga ditelanjangi? Berikut kronologisnya:

1 dari 4 halaman

Anggota polisi di Cirebon dikeroyok karena lerai perkelahian

Ilustrasi Polisi. ©2014 Merdeka.com

Anggota Dalmas Polres Cirebon Brigadir Muh Andi Al Mujid (22) dikeroyok beberapa pemuda. Korban dihajar hingga babak belur, lalu diarak dengan motor sebelum akhirnya dibiarkan tergolek di wilayah Cangkol, Kota Cirebon, Minggu (15/3) dini hari lalu. Lalu mengapa bisa seorang anggota polisi dikeroyok sekelompok warga?

Menurut Kapolres Cirebon Kota, AKBP H Dani Kustoni, awalnya ada dua kelompok warga yang terlibat kericuhan di halaman parkir sebuah tempat hiburan yang ada di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Cirebon di Jalan Cipto MK, Minggu dini hari (15/3) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu korban berusaha melerai keributan itu.

"Tapi malah dipukuli oleh kelompok tadi. Saat itu korban tidak sedang bertugas jadi tidak pakai seragam," ujar Dani Kustoni kepada merdeka.com, Selasa (17/3).

Korban dipukuli dengan tangan kosong dan juga dengan botol minuman. Korban yang sudah tak berdaya itu dilucuti pakaiannya dan dinaikkan ke atas sepeda motor milik salah satu pelaku. Korban kemudian diarak di Kota Cirebon dengan hanya memakai celana dalam. Beruntung saat sampai di Cangkol, konvoi para pelaku dipergoki anggota polisi.

Para pelaku langsung kabur dan membiarkan korban tergeletak di tengah jalan. selanjutnya korban langsung dilarikan ke RS Pelabuhan untuk mendapatkan perawatan medis. Malam itu juga polisi melakukan pengejaran.

2 dari 4 halaman

Selain dikeroyok, anggota Polres Cirebon sempat dibuka kolornya

Ilustrasi Polisi. ©2015 Merdeka.com

Seorang anggota Polres Cirebon Brigadir Polisi Muhamad Andi Al Mujid (22), babak belur dikeroyok sekelompok warga yang sedang bertikai. Peristiwa nahas pada Minggu (15/3) malam itu terjadi ketika korban sedang tidak bertugas.

Kapolresta Cirebon AKBP Dani Kustomi membenarkan adanya pengeroyokan terhadap anggotanya tersebut. "Iya (dikeroyok) pada Minggu malam," kata Dani, ketika hubungi merdeka.com Selasa (17/3).

Dani pun menjelaskan, akibat pengeroyokan tersebut anggota polisi itu sempat dilecehkan dengan dibuka celananya. "Karena nggak berdaya dipukulin sempet dibuka kolornya," ungkapnya.

Tak sampai di situ, kata Dani, kelompok warga tersebut membawa korban ke tempat yang lebih sepi untuk kembali dipukuli. "Dibawa ke tempat sepi terus dipukuli lagi," katanya.

Dari kejadian itu, polisi pun langsung menangkap 8 orang yang menjadi biang keladi pengeroyokan. "Sudah diamankan 8 orang dan masih diproses," ujarnya.

3 dari 4 halaman

Brigpol MA dikeroyok warga Cirebon, 8 orang diringkus polisi

Ilustrasi Polisi. ©2015 Merdeka.com

Brigpol MA (22), anggota Dalmas Polres Cirebon, Jawa Barat, menjadi korban pengeroyokan dua kelompok warga yang sedang bertikai, Minggu (15/3) dini hari. Saat ini polisi sudah meringkus delapan orang yang diduga pelaku pengeroyokan.

"Delapan orang sudah kita amankan," kata Kapolres Cirebon Kota AKBP Dani Kustoni kepada merdeka.com, Selasa (17/3).

Hingga saat ini mereka masih diproses di Mapolresta Cirebon. Polisi belum menetapkan tersangka dalam kejadian pengeroyokan ini.

Ketika ditanya soal kondisi korban, Dani menerangkan bahwa MA sudah membaik. Bahkan anak buahnya tersebut hari ini sudah dinas seperti biasa.

"Polisi udah baik, sekarang sudah balik ke kantor," terang Dani di ujung telepon.

4 dari 4 halaman

Keroyok anggota Dalmas, pelaku terancam 5 tahun bui

Ilustrasi Polisi. ©2015 Merdeka.com

Polisi berhasil mengamankan delapan pelaku pengeroyokan terhadap MA anggota Dalmas Polresta Cirebon, Jawa Barat. Saat ini polisi masih memeriksa para pelaku. Jika terbukti, mereka dijerat Pasal 170KUHP tentang kekerasan terhadap orang.

Adapun ancaman hukumannya paling lama lima tahun enam bulan penjara. "Pelaku bisa dikenakan Pasal 170 KUHP," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, Selasa (17/3).

Ke delapan pengeroyok itu yakni ; MI (15), S (28), YB (17), PP (16), RR (25), CA (17), AS (20) dan S (29). [hhw]

Baca juga:
Tak lagi disegani, polisi jadi bulan-bulanan preman dan warga
Dalmas dikeroyok geng motor, Polri hanya imbau petugas hati-hati
Keroyok dan telanjangi polisi, geng motor layak dihukum berat
Lepas piket, anggota Polisi laut di Bali dipukuli pemabuk
Keroyok anggota Dalmas, pelaku terancam 5 tahun bui

Topik berita Terkait:
  1. Pengeroyokan Polisi
  2. Top List
  3. Cirebon
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini