Cerita Polisi Bertato Tak Mati Ditembus 11 Peluru

Jumat, 25 Oktober 2019 06:30 Reporter : Syifa Hanifah
Cerita Polisi Bertato Tak Mati Ditembus 11 Peluru Jacklyn Choppers. ©2019 Merdeka.com/ instagram @jacklyn_choppers

Merdeka.com - Anggota Jatanras Polda Metro Jaya bernama Aiptu Jakaria atau yang lebih beken dengan nama Jacklyn Choppers, viral karena mengunggah video proses penangkapan tersangka tindak pidana.

Dalam video yang diunggah di akun youtubenya, polisi yang memiliki tato di tubuhnya itu bercerita selamat dari maut walau mengalami luka tembak 11 peluru. Berikut ceritanya:

1 dari 3 halaman

Tertembak 11 Peluru

Aiptu Jakaria atau yang lebih beken dengan nama Jacklyn Choppers bercerita jika dirinya pernah ditembak 11 peluru. Kejadian berawal saat dirinya mengejar pelaku perampokan mesin pengisi ATM sebesar Rp 2,8 miliar di Cawang tahun 2017. Kala itu dia mendapat informasi jika pelaku berada di Bandung, Jawa Barat.

Bang Jack sapaan akrabnya langsung menuju ke Bandung untuk melakukan penangkapan pelaku perampokan. Saat melakukan penangkapan di Bandung, dia tertembak tak tanggung-tanggung 11 peluru. Dua di bagian jantung, satu di tengah dekat ulu hati, dua di dekat lambung sebelah kiri, dua lagi di sebelah kanan, satu di lengan kanan, dan tiga di lengan kiri.

"Yang tiga di lengan kiri hancur bersatu dengan tulang. Memang enggak bisa diambil karena hancur sama tulang. Dokter menyarankan untuk amputasi karena gue enggak pingsan, lo jangan asal potong aja. Akhirnya gue bisa sekarang sehat, andai kata gue pingsan waktu itu tahu-tahu pas bangun tangan enggak ada," katanya dalam akun youtubenya Jacklyn Choppers.

2 dari 3 halaman

Perbanyak Istighfar

Saat tertembak, Bang Jack mengaku hanya beristigfar dan percaya kepada Allah kalau akan selamat dari maut. Dia juga mengatakan jika polisi tidak boleh kalah dari penjahat walau nyawa menjadi taruhannya.

"Peluru masuk gue istighfar, astagfirullah halazim, sudah gue jatuh. Pelakunya sudah nabrak mobil anggota tetap enggak gue lepas. Intinya polisi enggak boleh kalah sama penjahat," katanya.

"Akhirnya gue dibawa ke rumah sakit, pada waktu itu darah sih sudah keluar. Komandan gue nangis, gue bilang komandan enggak usah nangis, Jack enggak akan mati," sambungnya.

Selamat dari 11 peluru yang bersarang di tubuhnya, menurutnya karena kuasa Tuhan dan doa dari orang tua. "Itu semua bukan karena gue belajar ilmu segala macam, pokoknya yang penting doa orang tua, sama lu percaya sama Allah dan lu harus ikhlas dalam menjalankan tugas. Insya Allah lu pasti banyak yang ngedoain termasuk masyarakat yang dirugikan kejahatan," katanya.

3 dari 3 halaman

Masih ada 3 Peluru

Ternyata sampai detik ini masih ada tiga peluru yang bersarang di lengan kirinya. Dia mengatakan tiga peluru tidak diangkat karena sudah bersatu dengan tulang yang hancur.

"Masih tiga belum dikeluarin yang di tangan ada tiga butir peluru karena hancur bersatu dengan tulang makanya enggak dikeluarin. Sebenarnya dokter bisa selain diamputasi keluarin, tapi janganlah buat kenang-kenangan dari tahun 2007 sampai 2019 berarti peluru di badan gue sudah 12 tahun," katanya dalam akun youtubenya Jacklyn Choppers.

Selain itu dia berpesan kepada seluruh anggota polisi khususnya yang langsung terjun ke lapangan, jangan pernah takut kepada penjahat. Karena tugas polisi adalah melindungi masyarakat.

"Intinya polisi enggak boleh kalah dengan penjahat sikat penjahat lindungi masyarakat," ujar Bang Jack. [dan]

Baca juga:
BPK Soroti 7 Kementerian Lembaga Pemilik Anggaran Terbesar
Hindari Operasi Zebra, Pengendara Nekat Lawan Arus Hingga Naik Separator
Melihat Kuburan Kendaraan Dinas Polisi di Pesisir Marunda
Polda Metro Digugat Terkait Penetapan Tersangka 6 Aktivis Papua
Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif Jadi Ajudan Wapres Ma'ruf Amin
Polisi Bantah Keluarkan Instruksi Pengamanan Gereja Pada 20 Oktober

Topik berita Terkait:
  1. Polisi
  2. Perampokan
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini