Cerita Penyidik Terkecoh Operasional Karaoke Venesia Saat Masa PSB

Kamis, 17 Juni 2021 21:08 Reporter : Kirom
Cerita Penyidik Terkecoh Operasional Karaoke Venesia Saat Masa PSB Sidang kasus tindak pidana perdagangan orang di Hotel Venesia. ©2021 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Penyidik Bareskrim Mabes Polri sempat dua kali melewati hotel Venesia executive karaoke BSD, Tangerang Selatan, pada saat pertama melakukan penyelidikan sebelum dilakukan penggerebekan pada Rabu (19/8/2020) lalu. Saat itu tempat karaoke itu terlihat gelap.

"Kondisi depan pas saya datang gelap, kita sangka awalnya tutup. Saya sampai berputar lagi. Kemudian ada sekuriti, saya tanya dan diarahkan masuk (parkir) basement," ungkap Doni Andriyanto, penyidik Bareskrim Mabes Polri dalam kesaksiannya di Ruang 2 Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (17/6).

Setelah memarkirkan mobil, petugas sekuriti Venesia, kata Doni, dengan sigap mengarahkan para tamu menuju lift dari lantai basement untuk ke lantai atas karaoke.

Dari kesaksian itu, oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Agung RI, Doni ditanya, apakah dirinya melihat ada banyak tamu saat melakukan penyamaran di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Saya enggak tahu kalau di room, tapi saya tahu di parkiran banyak mobil. Selanjutnya saya ketemu Taufik (GM) dan Mami Gisel di room karaoke," jelas Doni.

Dalam room tersebut, Doni dan dua orang penyidik Mabes Polri lainnya diinformasikan detil terkait layanan di tempat karaoke Venesia. Termasuk adanya jasa pemandu lagu yang bisa diajak menemani karaoke sampai berhubungan badan.

"Ketemu Taufik dan Mami Gisel di room selama 30 menit, ngobrol kemudian dibawa showing 10 sampai 15 orang pemandu lagu," kata Doni.

Setelah memilih pemandu lagu yang diinginkan, Doni kemudian menuju kasir untuk melakukan pembayaran atas jasa sewa pemandu lagu dua voucher yang dia beli. Termasuk tarif kencan hubungan badan dengan si pemandu lagu.

"Jumlah voucher dibayar melalui kasir, tidak boleh pemandu lagu menerima pembayaran kecuali tip," tegas Doni menjawab pertanyaan lanjutan JPU.

Kemudian, Doni dan Alexa, korban pemandu lagu yang menemani Doni, diarahkan Mami Gisel ke lantai 5 kamar hotel 505.

"Kondom dikasih oleh Alexa (sambil mengajak hubungan badan) saya bilang buka saja kondomnya dan (Alexa) saya kasih tip. Saya bilang saya cuma mau ngobrol, enggak enak (hubungan badan), karena teman saya ulang tahun. Setelah 15 menit saya keluar kamar hotel dan kembali ke room karaoke," ucap Doni.

JPU juga menanyakan, "Apakah saudara mengenal 6 orang terdakwa? Apakah saudara mengetahui ada Erik (pemilik)?"

"Tahu yang mulia, terdakwa (6 orang) adalah karyawan, pemilik saya engga tahu. Setelah pemeriksaan (kantor Bareskrim) tidak tahu juga," jawab Doni.

Osner Johnson Sianipar, kuasa hukum 6 orang terdakwa kemudian mengajukan pertanyaan kepada penyidik Bareskrim, Doni.

"Bagaimana saudara tahu, Alexa adalah korban?", tanya Osner

"Korban pemandu lagu," jawab Doni.

"Siap saja pemandu lagu yang saudara ingat?" Sambung Osner.

"Alexa, Oca," jawab Doni

Kemudian Osner menanyakan kepada Doni, bagaimana dirinya mengategorikan korban?

"Unsur proses dan caranya. Prosesnya direkrut, caranya dieksploitasi seksual dan tenaga," timpal Doni.

Osner kemudian bertanya, apakah saudara saksi sebagai polisi tidak mengarahkan korban untuk membuat Laporan Polisi.

"Para korban tidak diarahkan membuat LP, karena kami takut proses penyidikan itu bocor," jelas Doni.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Doni dan dua orang temannya itu, kemudian Direktorat Tindak Pidana Tertentu Mabes Polri mengeluarkan surat untuk dilakukan penggerebekan tempat usaha karaoke Venesia pada Rabu (19/8/2020).

Dari penggerebekan tersebut, 47 orang wanita Pemandu Lagu diamankan, 13 orang ditetapkan sebagai tersangka yang terdiri dari para mucikari dan pengelola karaoke.

Tidak hanya itu, Mabes Polri juga menyita sejumlah alat bukti berupa dua bundel kuitansi, satu bundel voucher ladies, uang tunai Rp730 juta, tiga mesin EDC, 12 kotak alat kontrasepsi, tiga komputer, satu form penerimaan ladies, satu mesin penghitung uang, tiga printes, 14 baju kimono dan dua lembar kuitansi hotel. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Perdagangan Orang
  3. Prostitusi
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini