Cerita pelarian Pago si pembunuh Holly dari kuburan sampai goa

Sabtu, 9 November 2013 06:19 Reporter : Lia Harahap, Henny Rachma Sari
Cerita pelarian Pago si pembunuh Holly dari kuburan sampai goa Pago Satria Permana (41). ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Peribahasa itu tepat sekali menggambarkan akhir pelarian Pago Satria Permana (41), yang hampir dua bulan kabur usai membantu pembunuhan Holly Angela di Apartemen Kalibata City, pada 30 September lalu. Pago ditangkap kemarin pagi tadi di kawasan Pandeglang, Banten.

Dalam kasus pembunuhan Holly, Pago bertindak sebagai perekrut eksekutor dan sopir yang akan membawa jenazah ibu beranak tiga itu dari apartemen untuk dibuang ke laut di daerah Banten. Atas tugas yang dibebankan padanya, Pago meminta upah Rp 40 juta.

Rupanya, berkecimpung di dunia hitam bukan hal baru buat pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai sopir angkot itu. Dia sudah lebih dari 10 kali keluar masuk penjara.

Pago terancam dihukum berat atas perbuatannya. Dia dijerat dengan pasal 340 KUHP dan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pembunuhan.

Berikut cerita pelarian Pago selama dua bulan lebih hingga akhirnya dibekuk di Banten:

2 dari 5 halaman

Keluar masuk hutan di Banten

hutan di banten rev3

Selama persembunyiannya, Pago kerap keluar masuk hutan di Banten. Itu dia lakukan untuk menghindari buruan polisi

"Dia kabur ke Ujung Kulon, Banten setelah Holly terbunuh. Dia juga selalu berpindah tempat persembunyian," kata Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan, Jumat (8/11).

Selama di hutan, Pago tak mengandalkan transportasi apa pun kecuali dua kakinya.

"Dia selalu jalan kaki kalau keluar-masuk hutan," tambah Kanit V Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Antonius Agus.

3 dari 5 halaman

Di hutan sembunyi di kuburan dan goa juga naik perahu

sembunyi di kuburan dan goa juga naik perahu rev3

Meski di hutan, Pago tak yakin bisa aman. Dia sampai bersembunyi di kuburan dan goa.

"Dia juga sembunyi di kuburan dan goa-goa yang ada di hutan," kata Kanit V Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Antonius Agus.

Dia juga pernah naik perahu selama bersembunyi. Tidak jelas apa yang membuat Pago memilih hutan, kuburan dan goa sebagai tempat persembunyiannya.

"Dia sempat tidur empat hari empat malam di kuburan. Dia juga naik perahu," tambahnya.

4 dari 5 halaman

Datangi dukun dan doa di kuburan agar tak ditangkap

dan doa di kuburan agar tak ditangkap rev3

Selama bersembunyi di hutan, Pago tak berdiam diri. Di tengah kegelisahannya karena menjadi buruan polisi, Pago berdoa.

"Sempat juga berdoa di kuburan supaya selamat dan nggak ditangkap polisi," ujar Kanit V Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Ditreskrimum Polda Metro Kompol Antonius Agus.

Tak kehabisan ide, agar tak ditangkap Pago juga meminta meminta saran ke dukun di satu perkampungan.

"Dia mendatangi seorang dukun yang ada di Banten," tambahnya.

5 dari 5 halaman

Pago sempat membeli hewan kurban

membeli hewan kurban rev3

Pago buron selama dua bulan. Uniknya di tengah pelariannya ke hutan dan bersembunyi di hutan serta goa, Pago tak lupa berkurban.

"Dia (Pago) sempat beli kambing untuk berkurban," kata Kanit V Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Ditreskrimum Polda Metro Kompol Antonius Agus.

Baca juga:
Pago pembunuh Holly sempat beli kambing buat kurban
Pago, pembunuh Holly sempat sembunyi di goa dan naik perahu
Pago, perekrut eksekutor dan bertugas buang mayat Holly ke laut
Biar tak ditangkap, eksekutor Holly ke dukun dan doa di kuburan
Pembunuh Holly sembunyi di kuburan dan masuk hutan

[hhw]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pembunuhan Holly
  3. Top List
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini