Cerita Pegawai KPK Angkatan Pertama Pilih Mengundurkan Diri

Jumat, 13 November 2020 09:52 Reporter : Merdeka
Cerita Pegawai KPK Angkatan Pertama Pilih Mengundurkan Diri KPK. ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Pegawai senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nanang Farid Syam mengakui, dirinya ingin mengundurkan diri karena perubahan yang ada dalam tubuh lembaga pemberantas tindak pidana korupsi itu.

Menurut Nanang, perubahan UU KPK juga memiliki dampak bagi dirinya. Hanya saja dia tak mau menjelaskan lebih jauh. Namun itu merupakan salah satu alasan dirinya mengundurkan diri.

"Pastinya ada (dampak perubahan UU). Artinya kalau dari sisi itu publik pasti tahu lah apa yang terjadi. Misal kita juga enggak ingin pandangan pribadi kita memengaruhi pandangan orang lain," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (13/11).

Nanang merupakan salah satu pegawai angkatan pertama yang sejak awal menolak revisi UU KPK. Dia menyebut, sejak UU KPK berubah, dirinya merasa KPK bukan tempat yang dikenal seperti tahun 2005.

"Tapi pada dasarnya kalau saya termasuk yang sejak awal mempersoalkan perubahan UU KPK itu. Jadi, 2019 akhir, kita juga sudah merenung sama-sama, kemudian kita berikhtiar setahun berjalan. Ternyata saya kira ini bukan tempat saya. Karena mungkin ekspektasi saya terlalu tinggi," ujarnya.

Dia mengaku belum berbicara secara langsung dengan pimpinan KPK atas keputusannya mengundurkan diri. Namun, Nanang menyebut akan berkirim surat kepada pimpinan.

"Saya kira kalau ke pimpinan mungkin enggak, ya, karena bagi mereka kan, pegawai hal biasa. Kita sudah lihat respons mereka dengan pegawai sebelumnya. Tapi saya secara formal tetap izin keluar ini ke pimpinan ditujukan surat," terangnya.

Nanang mengaku hanya sempat berbicang dengan direkturnya di Direktorat Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK. Menurutnya, sejauh ini sudah ada empat pegawai di Direktorat PJKAKI yang mengundurkan diri pasca UU baru KPK diberlakukan.

Dia menyebut, kemungkinan para pegawai di PJKAKI memutuskan mengundurkan diri lantaran bekerja dalam ketidakpastian.

"Intinya orang bekerja dalam suasana yang penuh ketidakpastian, ya, pasti tidak nyaman. Cuma kan saya enggak bisa membaca pikiran orang. Yang saya lihat adalah, ketika saya bertemu, ngobrol, mereka bertanya-tanya. Mungkin bertanya karena kapasitas saya wadah pegawai, kan," ungkapnya.

"Jadi saya jawab begini, 'yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya'. Karena, ya, memang tidak ada kepastian. Pegawai itu mau dibawa ke mana," tambah Nanang.

Meksi begitu, dia berharap para pegawai KPK lainnya tetap bertahan, tak mengikuti jejak dirinya. Dia menyebut resmi mengundurkan diri dari lembaga antirasuah pada 16 Desember 2020 mendatang. Saat itu tiba, tepat 15 tahun dia bekerja di KPK.

"Hal lain kan, ekspektasi masyarakat dengan apa yang menjadi ruh pegawai KPK sekarang ini kan spiritnya memberantas korupsi, kita lihat setahun ini nyaris, kalau saya bilang enggak ada aktivitas, mungkin drama juga, tapi ini bersambung dengan Covid-19 segala macem, kita tuh jadi seperti orang yang kebingungan, mau mengerjakan apa juga, sekarang kan webinar-webinar saja kan," tutupnya.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com [fik]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. KPK
  3. UU KPK
  4. Ragam Konten
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini