Cerita pasangan tertua dan termuda ikut menikah massal 'PKB Mantu'

Sabtu, 26 Agustus 2017 07:23 Reporter : Nurul Afrida
Cerita pasangan tertua dan termuda ikut menikah massal 'PKB Mantu' Acara nikal massal bersama PKB. ©2017 Merdeka.com/Nurul Afrida

Merdeka.com - Sebanyak 143 pasangan mengikuti acara nikah massal dan resepsi yang diselenggarakan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Langen Palikrama Gedung Pengadaian Pusat, Jakarta, Jumat (25/8).

Acara nikah massal yang bertajuk 'PKB Mantu' ini diselenggarakan oleh Perempuan Bangsa dan Partai Kebangkitan Bangsa. Ada pasangan tertua dan termuda dari 143 pasangan yang sudah dinikahkan.

Pasangan tertua Kosim (66) dan Markiyati (62). Sementara pasangan termuda Peter Wijaya (22) dan Reka Yasmin (20).

Pasangan Kosim dan Markiyati sebenarnya telah menikah, namun buku nikah mereka hilang akibat banjir. Pernikahan ini menjadi kali kedua bagi mereka dan dalam acara 'PKB Mantu' mereka resmi tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) Menteng, Jakarta Pusat.

"Alhamdulillah senang nikah lagi, dulu surat-suratnya hilang kebawa banjir," kata Kosim.

Pasangan Kosim dan Markiyati sudah mempunyai empat orang anak dan 10 cucu yang semuanya tinggal di kampung. Di Jakarta mereka hanya tinggal berdua. "Anak empat, cucu ada 10. Kita tinggalnya di Singkoneng Green Garden, Kebon Jeruk," kata Markiyati.

Lanjut Kosim, jika dirinya merasa senang, ia mengatakan jika ikut nikah masal ini disuruh oleh RT tempat ia tinggal. "Keluarga mendukung, Pak RT ngasih tau acaranya mendadak. Berdua aja. Tiap lebaran pulang nengokin keluarga," kata Kosim.

Sementara Peter mengaku mengetahui nikah massal ini setelah pergi ke kelurahan kampungnya. "Pertama ke kelurahan dulu, tahu nikah massal ya karena memang niatnya nikah tanggal 25 Agustus. Tahu dari sini nikah gratis jadi nikah di sini apa salahnya, yang penting sah," kata Peter.

Peter berharap pernikahan ini dapat berjalan dengan baik. "Semoga lancar usahanya, diberikan kesehatan, diberi keuangan yang lebih baik," ucap Peter.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang membuka acara itu mendoakan agar seluruh pasangan menikah menjadi keluarga sakinah, mawadah, warohmah.

"Kita doakan dari yang tua sampai yang termuda kita doakan senantiasa dalam samaraba sakinah mawadah rohmah dan barokah. Ada yang paling tua, ada yang paling muda menjadi kebahagiaan sendiri bagi kita, ada yang pengalaman, ada yang belum pengalaman," kata Muhaimin Iskandar. [gil]

Baca juga:

Bahagianya Kosim & Markiyati, pasangan bercucu 10 ikut nikah massal

Ratusan pengantin menikah massal di acara PKB Mantu

143 Pasangan dinikahkan secara massal oleh Cak Imin

2 Minggu pacaran, sejoli ini putuskan ikut nikah massal di Bandung

Uniknya pernikahan massal pekerja konstruksi bandara di Beijing

Wajah bahagia para narapidana di Kolombia dinikahkan massal

Hari Santri, RMI Putri Kediri gelar nikah dan sunatan massal gratis

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Nikah Massal
  3. Jakarta
  4. PKB
  5. Pernikahan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini