Cerita para kepala daerah antarkan anak di hari pertama sekolah

Selasa, 19 Juli 2016 05:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Cerita para kepala daerah antarkan anak di hari pertama sekolah Ganjar di SMP Negeri 2 Semarang. ©2016 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, mengimbau kepada orang tua murid untuk mengantarkan anak di hari pertama sekolah. Imbauan ini bertujuan meningkatkan kepedulian dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

Selain itu, momen ini pun penting bagi anak sebagai dukungan dan semangat belajar, apa lagi bagi mereka yang baru pertama kali memasuki bangku sekolah.

Mengantar anak ke sekolah di hari pertama juga tak disia-sia kan oleh sebagian kepala daerah. Mereka dengan semangat mengantarkan anak-anaknya ke sekolah di sela kesibukannya. Berikut kepala daerah yang mengantarkan anak di hari pertama sekolah:

1 dari 4 halaman

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

Aher dan Ridwan Kamil. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Di sela kesibukannya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) dan sang istri Netty Prasetyani Heryawan kompak mengantarkan anaknya bersekolah. Keduanya mengantarkan putri kelimanya, Shofia, yang baru menginjak kelas 1 SMA. Padahal dia mempunyai jadwal bertemu Wapres Jusuf Kalla.

Shofia baru menempuh pendidikan menengah atas, di SMA Negeri 3 Kota Bandung, Jalan Belitung. Sama seperti orang tua kebanyakan lainnya, Aher dan istri merasa penting mengantarkan sang anak sekolah karena sebagai bentuk dorongan terhadap psikologis anak.

"Ini tindakan sederhana tapi menunjukkan kedekatan, perhatian kepada anak. dan anakpun akan merasa dekat dengan orang tuanya," kata Aher usai mengantarkan anaknya, Senin (18/7) pagi.

Dengan menyisakan waktu yang tidak lama, menurutnya, mengantar anak sekolah secara tidak langsung memberikan kepercayaan dan nilai positif saat kali pertama menjajakan diri di sekolah barunya. Dua manfaat yang bisa dirasakan yakni stimulus positif siswanya dan sekolah itu sendiri sebagai tempat yang dititipkan.

"Ini mampu mengumpulkan dua sisi sifat yang memadai, pertama sifat moral dan dimensi keahlian atau profesional," ujarnya.

Sementara itu, sang istri menambahkan, mengantar anak sekolah merupakan salah satu cara orang tua mengawal proses pendidikan anak di sekolah. Meski proses belajar sudah diserahkan pihak sekolah, tapi orang tua juga harus mengetahui perkembangan sang anak.

"Sekolah adalah pihak yang kita berikan, titipkan sebagian tanggung jawab orang tua mendidik anak selama di sekolah. Kita harus berprinsip koperatif dengan sekolah, tidak menjadi oposisi," terangnya.

Tidak lama Aher dan Netty berada di sekolah. Sekitar pukul 06.55 WIB, Aher langsung bertolak ke kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang untuk menyambut Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam agenda, JK akan melakukan Stadium General di IPDN.

2 dari 4 halaman

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Ganjar di SMP Negeri 2 Semarang. ©2016 merdeka.com/parwito

Di hari pertama murid masuk sekolah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo teringat masa kecil. Saat pertama kali menjadi murid SD Negeri Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah Ganjar mengaku menangis saat pertama kali masuk.

"Saya waktu SD belum lupa sampai hari ini, saya bermasalah. Jadi waktu mau masuk SD pertama, saya tidak bisa bertemu dengan teman-teman baru saya. Saya inget betul waktu itu saya menangis," aku Ganjar di sela-sela mengantar anaknya semata wayang M Zenidane di SMP Negeri 2 di Kawasan Brigjend Soediarto, Kota Semarang, Jawa Tengah Senin (18/7).

Meski begitu, sang ibu almarhumah Supadmi rela menunggunya selama Ganjar sekolah di hari pertama. Ganjar saat itu merasa sangat tidak nyaman pertama kalinya berada di sekolah.

"Dan ibu saya menungguin sampai selesai dan akhirnya saya hanya di sekolah beberapa jam dan akhirnya saya harus pulang. Saya pulang. Saya inget betul. Saat itu yang saya bayangkan adalah sekolah ini tidak nyaman," bebernya.

Ganjar membayangkan, jika saat hari pertama masuk sekolah ini perasan yang sama dirasakan oleh murid-murid yang baru mengenyam pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Untuk itu, Ganjar mempersilakan kepada para pegawai PNS di lingkungan Pemprov Jateng meminta izin kepada atasannya untuk mengantar anaknya ke sekolah.

"Tidak nyaman. Kalau kemudian hari ini, ada putra-putranya yang tidak nyaman, pegawai Pemprov boleh telepon pada pimpinannya masing-masing. Bapak ibu, mohon maaf, anak saya bermasalah sehingga saya harus nungguin," ungkapnya.

Namun, jika anaknya yang pada masuk hari pertama sekolah tidak bermasalah dan bisa ditinggal, maka PNS supaya bisa melaksanakan tugasnya untuk melayani masyarakat.

"Tapi kalau tidak bermasalah silakan ditinggal saja. Dan hari ini, dugaan saya lebih banyak yang tidak bermasalah muridnya," paparnya.

3 dari 4 halaman

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi

Bupati Dedi antar anak sekolah. ©2016 Merdeka.com

Kesibukan sebagai kepala daerah tidak membuat Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi alpa untuk mengantarkan kedua anaknya ke sekolah, di hari pertama masuk sekolah, Senin (18/7).

Dedi berangkat dari rumah dinas Jalan Gandanegara No 25, Purwakarta, dengan diiringi oleh kedua putranya yakni Ahmad Habibie Maula Akbar dan Yudhistira Manunggaling Rahmaning Hurip. Uniknya, mereka semua tidak menggunakan kendaraan bermotor melainkan menggunakan sepeda.

Dedi terlebih dahulu mengantarkan anak keduanya, Yudhistira menuju SMPN Kahuripan Padjadjaran Purwakarta. Saat ini Yudhistira akan menempuh pelajaran di Kelas 7 di SMP yang memiliki basis nilai Kesundaan itu. Dedi menemui kepala sekolah dan wali kelas De Tira (sapaan Yudhistira sehari-hari) untuk diberikan pelajaran sebagaimana umumnya anak-anak yang lain.

"Jangan memberikan keistimewaan kepada anak saya ini. Berikan hukuman saat dia melakukan kesalahan, agar dia berpikir bahwa melanggar peraturan itu adalah sesuatu yang tercela," kata Dedi di SMPN Kahuripan Padjadjaran.

Setelah selesai di sekolah yang menerapkan kurikulum bertani dan bercocok tanam tersebut, Dedi beranjak menuju SMAN Prabu Niskala Wastu Kencana untuk mengantar anak pertamanya Ahmad Habibie Maula Akbar.

Hal yang sama disampaikan oleh Bupati yang selalu mengenakan pakaian khas Sunda ini kepada wali kelas. Dedi meminta agar anaknya yang memiliki cita-cita menjadi tentara ini untuk dihukum secara fisik apabila melanggar peraturan.

"Ibu, ini titip anak saya, dia mulai menuju dewasa. Kalau melakukan hal yang tidak terpuji, suruh dia lari keliling sekolah, suruh dia hormat bendera di depan siswa lain dan push up sebanyak mungkin," Ujar Dedi.

Langkah yang terbilang tidak lazim untuk seorang pejabat daerah ini dilakukan oleh Dedi untuk menegaskan bahwa orang tua memang sudah seharusnya menitipkan anak-anak mereka secara penuh kepada guru di sekolah. Dia menegaskan orang tua harus bisa menerima apapun hukuman yang diterapkan oleh guru kepada anak-anak mereka

"Guru itu pengganti orang tua di sekolah. Kalau anak-anak kita melakukan kesalahan kemudian dihukum oleh guru, ya harus terima,"Tegas Dedi.

Saat disinggung soal Aparatur Sipil Negara dan pegawai swasta yang juga diimbau oleh Dedi melalui akun Facebook Kang Dedi Mulyadi dan Twitter @DediMulyadi71 untuk mengantarkan anak-anaknya ke sekolah. Dedi mengatakan bahwa imbauannya tersebut sama sekali tidak akan mengganggu pelayanan publik. Ini karena Kabupaten Purwakarta sejak tahun menerapkan kebijakan masuk sekolah jam 06.00 WIB pagi.

"Para ASN dan pegawai swasta pun saya lihat mengantarkan anak-anaknya, tidak akan mengganggu jam pelayanan di kantor. Kan Purwakarta mah masuk sekolahnya jam 06.00 WIB pagi," Pungkas Dedi.

4 dari 4 halaman

Istri Gubernur Banten Dewi Indriati Rano

Ilustrasi Anak Sekolah. ©2014 Merdeka.com

Hari pertama masuk sekolah, istri Gubernur Banten Rano Karno, yakni Dewi Indriati Rano mengantarkan belasan anak yatim binaan SMP Negeri 11 Kota Serang, di Kecamatan Curug, ke sekolah.

Dewi mengatakan, kegiatan mengantar anak di hari pertama merupakan kewajiban para orang tua. Hal itu sesuai dengan instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Hari Pertama Masuk Sekolah.

"Meluangkan waktu untuk mengantarkan anak-anak meraih pendidikan adalah investasi masa depan kita. Ini adalah budaya positif yang akan merekatkan hubungan antara anak dan orang tua, orang tua dan pihak sekolah," ujar Dewi, saat ditemui di SMPN 11 Kota Serang.

Dewi mengimbau kepada seluruh orang tua, agar proaktif mendukung sekolah dalam membangun karakter anak dan menciptakan anak Banten yang maju dan cerdas.

"Kita semua memiliki harapan yang besar kepada anak-anak Banten untuk membangun Banten yang lebih maju," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Engkos Kosasih mengatakan, hari pertama masuk sekolah merupakan kesempatan bagi anak untuk terus memacu prestasi. "Kita ketahui, pasca liburan anak-anak pasti perlu adaptasi sekolah lagi," katanya.

  [cob]

Baca juga:
Beragam cerita hari pertama masuk sekolah, dari unik sampai mencekam
Cerita Arya bocah obesitas masuk hari pertama sekolah
Hari pertama sekolah, siswa SD di Trenggalek belajar di rumah warga
Menteri Anies minta orangtua tak beri beban besar pada anak

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini