Cerita NH yang dekat dengan dunia seni sejak muda

Senin, 5 Februari 2018 10:26 Reporter : Kurniawan
Cerita NH yang dekat dengan dunia seni sejak muda Nurdin Halid di Benteng Fort Rotterdam. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Departemen Seni Rupa Dewan Kesenian Makassar, Mike Turusy, menyebut Nurdin Halid (NH) sebagai tokoh nasional yang memiliki kedekatan dengan dunia seni. Itu jadi alasan pihaknya sengaja mengundang bakal calon Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) mengikuti kegiatan yang diikuti 40 perupa di Galeri Dewan Kesenian Makassar, Benteng Rotterdam, Minggu (4/2).

Puluhan seniman muda bertalenta itu mengikuti kegiatan bertajuk sketsa langsung bersama tokoh nasional.

"Saya mengundang Pak NH supaya disketsa langsung dan responsnya bagus. Dari dulu, Pak NH memang dekat dengan seniman-seniman bahkan sejak masih muda," kata Mike Turusy, di sela kegiatan sketsa langsung NH.

"Pak NH ini kan seniman, makanya selalu ada hubungan emosional dengan kita. Kita tidak pernah putus komunikasi dengan beliau, pasti dunia seni akan lebih maju lagi dengan kepemimpinannya nanti," sambung seniman asal Masamba itu.

Menurut Mike, antusiasme perupa di Sulsel terbilang tinggi untuk mengikuti kegiatan bersama NH. Dalam agenda kali ini hadir pelaku seni dari berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa, komunitas/lembaga seni hingga seniman profesional.

Pegiat seni yang juga anggota DPRD Sulsel, Armin Mustamin Toputiri, mengatakan kehadiran NH merupakan orang lama dalam dunia seni. Karena itu, kedatangannya ke Galeri Dewan Kesenian Makassar bukanlah sebagai tamu. Toh, NH sedari dulu sering berkunjung ke tempat tersebut tatkala masih mahasiswa di IKIP Ujung Pandang-sekarang UNM.

"Sewaktu masih mahasiswa, Pak NH sering berkunjung ke Dewan Kesenian Makassar. Di sinilah beliau berlatih tari dan deklamasi," ujar politikus Golkar tersebut.

Armin menaruh harap agar pasangan Aziz Qahhar Mudzakkar itu dapat terpilih menjadi Gubernur Sulsel. Toh, dengan begitu dunia seni Sulsel pastinya lebih maju dan berkembang.

Di kesempatan itu, Nurdin Halid juga menceritakan masa mudanya, saat ia mulai aktif bergelut dengan dunia seni sekira 30 tahun lalu. Banyak aktivitas dia lakukan di benteng Rotterdam.

"Tepatnya tahun 1979 sampai 1980 di tempat ini saya sering latihan menari, drama, deklamasi. Tanpa seni itu, hidup pasti akan menjadi hambar," katanya.

Kedekatan dengan dunia seni pun jadi alasan baginya untuk berkomitmen memaksimalkan potensi ini, jika diamanatkan menjadi gubernur nanti. Salah satunya dengan menyiapkan fasilitas dan sarana pembinaan bagi seniman.

"Kita juga akan siapkan tempat teater yang masyarakat bisa menonton," tuntasnya. [hrs]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini