Cerita mistis hutan Tambrauw, gorila raksasa hingga ular berdiri

Kamis, 6 Agustus 2015 17:08 Reporter : Tommy A Lasut
Cerita mistis hutan Tambrauw, gorila raksasa hingga ular berdiri hutan Tambrauw. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Tipikal hutan basah nan lebat dengan kerapatan pohon yang cukup padat, membuat hutan di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, nampak masih menyimpan seribu misteri. Bahkan sebuah pemandangan mistis tanpa sengaja terabadikan saat memotret suasana hutan di wilayah Sausapor, ibu kota Kabupaten yang masih terbilang baru ini.

Nampak pepohonan yang membentuk bagian tubuh gorila raksasa terlihat jelas dari bagian kepala hingga tubuh. Rambut yang terbentuk dari dedaunan kecil menutupi kepala hingga pundak. Sementara wajahnya terbentuk dari pepohonan kecil lengkap dengan dua mata. 'Gorila raksasa' ini seperti berjaga di pinggir jalan di areal hutan Tambrauw.

Menurut beberapa sopir yang seringkali melalui jalur ini, hutan yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Sorong tersebut memang banyak meninggalkan kisah misteri.

"Saat melalui jalur ini di malam hari, saya pernah dicegat ular. Posisinya unik. Ia dengan panjang sekitar 1 meter, ia terlihat berdiri di tengah jalan. Tumpuannya hanya sekitar 2 inci dari bagian ekor. Saya terkejut dengan pemandangan di depan mata yang tak lazim ini dan langsung menghentikan kendaraan," jelas Mul sopir jalur Sorong-Sausapor kepada merdeka.com, baru-baru ini.

Dia pun meminta izin untuk melintas dengan berbicara perlahan. Usai 'minta permisi' ular tersebut berangsur kembali pada posisinya dan merayap pergi.

Lain Mul lain pula yang dialami Ferdy, sopir lainnya. Dia memperingatkan agar tak melindas hewan apapun saat mengendarai kendaraan di malam hari.

"Saya pernah melindas seekor ular besar saat berada di hutan. Dan tiap kali melintasi lokasi tersebut ban mobil saya kempes," ujar warga Jalan Handayani Sorong ini.

Pantauan merdeka.com, beberapa hewan liar seperti ular, tikus, babi hutan hingga rusa kerap melintas dan sesekali berada di tengah jalan terutama di malam hari. Berhenti dan membunyikan klakson adalah salah satu cara yang dilakukan agar mereka berlalu.

Sekedar informasi, Ibu kota Kabupaten Tambrauw, Sausapor, dapat ditempuh selama kurang lebih 5 jam menggunakan kendaraan four wheel drive dari Kota Sorong. Medan jalan tanah yang cukup berat membuat jalur ini tak dapat dilalui kendaraan biasa. Bahkan di saat hujan jalan menjadi licin dan berlumpur. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Kisah Mistis
  2. Papua
  3. Tambrauw
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini