Cerita Menaker Hanif Dhakiri pernah digunduli guru saat SMA

Sabtu, 1 November 2014 20:40 Reporter : Arie Sunaryo
Hanif Dhakiri. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Tenaga kerja (Menaker) M Hanif Dhakiri ke Solo untuk melakukan beberapa kunjungan kerja. Bagi Hanif, kota Solo bukan daerah asing sebab politisi PKB ini pernah menempuh pendidikan di SMA Al-Muayyad, yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Al Muayyad.

Hanif pun mengunjungi SMA Al-Muayyad bersama Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. Dia disambut ratusan murid dan pimpinan pondok pesantren. Tiba di ponpes, Hanif langsung masuk ke makam KH Ahmad Umar bin Abdul Mannan di dalam komplek Pondok Pesantren Al-Muayyad, Mangkuyudan. Setelah selesai dirinya menuju pendapa Masjid dan menemui ratusan santri Al Muayyad.

Pimpinan Ponpes Al Muayyad KH Abdul Rozaq Shofawi mengaku bangga salah satu santrinya menjadi menteri di Kabinet Kerja. Menurutnya, banyak kenangan bersama murid yang membanggakan tersebut.

"Hanif dulu sempat saya gunduli, karena memang waktunya para siswa digunduli. Saat itu dia sambil pegang tasbih dan baca salawat. Sekarang terbukti ada gunanya, dia sudah jadi menteri di kabinetnya Pak Jokowi. Saya berharap kedepan generasi penerus yang saat ini masih bersekolah di Al Muayyad akan ada yang melanjutkan menjadi seorang pemimpin," ujar Abdul Rozaq bangga.

Mendengar hal itu, Hanif tampak senang bisa bernostalgia di tempatnya menuntut ilmu dahulu. Dia mengaku lulus dari pondok ini tahun 1991.

"Senang sekali saya bisa ke sini lagi, bernostalgia lagi. Semoga saja saya tidak membuat malu Al Muayyad, masalah jadi pejabat kan disitu kalau tersandung masalah," katanya.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo berharap Hanif Dhakiri bisa memberikan kontribusi kepada ponpes Al Muayyad. Tidak hanya materi, namun juga semangat dan bimbingan pada para santri agar kedepan mengikuti jejaknya sebagai seorang pemimpin. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini