Cerita Mbah Moen Lebih Pilih Naik Mobil Polisi Daripada Alphard

Selasa, 6 Agustus 2019 10:12 Reporter : Merdeka
Cerita Mbah Moen Lebih Pilih Naik Mobil Polisi Daripada Alphard Mbah Moen naik mobil Patwal Polisi. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Bangsa Indonesia berduka. Ulama besar Kiai Haji Maimun Zubair atau Mbah Moen wafat di Mekkah hari ini, Selasa (6/8) sekitar pukul 04.17 waktu setempat. Sosok Mbah Moen merupakan salah satu figur yang patut menjadi contoh bagi rakyat Indonesia.

Ada cerita menarik dari Mbah Moen saat akan menghadiri kegiatan di Jakarta, Selasa 9 Juli lalu. Dari Rembang dikawal mobil Patwal Satlantas Polres Rembang, menuju Semarang. Namun lantaran masih tersisa waktu lumayan lama sebelum penerbangan, Mbah Moen Zubair memutuskan transit terlebih dahulu ke rumah dinas Taj Yasin.

Sekitar pukul 16.15 WIB, Mbah Moen Zubair kemudian keluar dari rumah dinas Wakil Gubernur hendak menuju Bandara Ahmad Yani. Meski sudah disiapkan mobil Toyota Alphard, tiba-tiba Mbah Moen tidak berkenan naik. Justru, dia malah memilih naik mobil patwal polisi di kursi bagian depan. Mendadak hal itu membuat Aipda Wuri Sutrisno yang mengemudikan mobil patwal terkejut.

"Ya terkejutlah, tapi bercampur senang bisa mengemudikan mobil bersama tokoh Mbah Moen," terang polisi Satlantas Polres Rembang itu, Selasa (9/7).

Aipda Wuri tidak menyangka Mbah Moen berkenan naik mobil patwal polisi, karena tidak selazimnya tokoh-tokoh penting sekaliber Mbah Moen melakukan hal itu.

"Mbah Moen selama perjalanan ke Bandara Ahmad Yani Semarang, sering mengingatkan untuk berhenti tiap kali lampu pengatur lalu lintas berwarna merah," katanya.

Karena Mbah Moen sudah sepuh, lanjut Aipda Wuri, mobil pelan-pelan melajunya. "Tiap kali melintas di lampu pengatur lalu lintas dan berwarna merah, Beliau selalu meminta untuk berhenti, seperti pengguna jalan pada umumnya," katanya.

Aipda Wuri menambahkan, Mbah Moen juga sempat berbincang dan meminta agar pihak kepolisian sering-sering menjalin silaturahmi dengan masyarakat.

"Mbah Moen bilang polisi enggak seperti dulu, sekarang polisi sudah berbaur. Beliau berpesan yang penting sering silaturahmi sama masyarakat," katanya.

Mobil patwal yang membawa Mbah Moen akhirnya tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang pukul 17.00 WIB lebih sedikit. Mereka yang ada di dalam mobil patwal tersebut, Aipda Wuri Sutristiyono, kemudian Brigadir Dwi Santoso dan ajudan Mbah Moen, Jibril mendapatkan beragam inspirasi positif dari sosok Mbah Moen. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini