Cerita Mahasiswa RI di New Delhi saat India Lockdown Setelah Diterpa Tsunami Covid-19

Kamis, 29 April 2021 20:05 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Cerita Mahasiswa RI di New Delhi saat India Lockdown Setelah Diterpa Tsunami Covid-19 Bantuan oksigen dari Arab Saudi yang akan dikirim ke India. ©Twitter/Al Arabiya

Merdeka.com - India memecahkan rekor kasus Covid-19 terbanyak di dunia selama satu minggu ini. Pada hari ini, Kamis (29/4) kasus positif Covid-19 di India hampir menembus angka 380.000 dalam waktu 24 jam. Kasus kematian hari ini bahkan mencapai 3.645 kasus. Lantas, bagaimana nasib Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di India?

Pria asal Indonesia yang menempuh pendidikan doktor di India, Agoes Aufiya menceritakan kondisi Warga Negara Indonesia yang saat ini berada di India. Pria yang tinggal di New Delhi itu mengatakan bahwa para WNI diminta untuk tetap tinggal di dalam rumahnya masing-masing. Selain itu, kata dia, kota-kota di India juga tengah melakukan lockdown. Sehingga, baik warga India maupun WNI tidak diperbolehkan ke luar rumah.

"Di New Delhi dan beberapa daerah itu lockdown. Sekarang di New Delhi lockdown fase kedua 27 April-3 Mei," kata Agoes dalam diskusi virtual yang diselenggarakan oleh KPC PEN, Kamis (29.4).

Walaupun sedang lockdown, namun para warga masih diperbolehkan ke luar rumah untuk membeli bahan makanan ataupun sembako. Selain itu, para pedagang sembako dan makanan juga masih diperbolehkan untuk berkeliaran menjual makanannya ke rumah-rumah warga ataupun membuka kios makanan di perumahan. Sehingga, Agus memastikan para WNI yang tinggal di India tidak akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup walaupun sedang lockdown.

"Ke luar rumah cuma boleh beli sembako, sayuran, buah-buahan. Sebenarnya bersyukur sekali karena pemerintah India masih membolehkan kita pakai alat transportasi untuk beli makanan. Jadinya kebutuhan logistik cukup terjamin," ujar pria asal Kalimantan Selatan itu.

Berdasarkan pengamatannya, bahkan menurutnya mahasiswa atau mahasiswi Indonesia lebih sering memesan makanannya melalui layanan delivery yang ada di India.

"Di sekitar rumah juga ada kios-kios dan yang jualan, seperti tukang sayur, tukang buah buah. Kalau mahasiswa Indonesia sih keseringan delivery makanan online," ujarnya.

Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di India juga meminta para WNI yang tinggal di India untuk tetap di rumah. KBRI tidak mengizinkan WNI untuk ke luar rumah apalagi ke luar kota.

Agoes mengaku bahwa KBRI sangat tegas kepada para WNI terkait penerapan protokol kesehatan.

"Kita koordinasi oleh KBRI dan KJRI by WhatsApp Group. KBRI juga sudah kasih imbauan ke WNI untuk taati prokes, pastikan makanan terpenuhi, dan tidak ke luar rumah kecuali kalau ada hal mendesak," katanya.

"KBRI juga sudah memberikan nomor penting kalau ada WNI yang butuh bantuan," kata pria lulusan Jawaharlal Nehru University itu. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini