Cerita ibu wali kota perangi pasangan mesum

Rabu, 12 September 2012 11:53 Reporter : Moch. Andriansyah
Cerita ibu wali kota perangi pasangan mesum ABG terjaring razia Satpol PP. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tak hanya memerintahkan saja untuk memerangi 'penyakit masyarakat' warga Surabaya. Dia kerap memimpin langsung razia di tempat-tempat hiburan malam, untuk mencari pasangan mesum yang lagi kencan, atau pun para ABG yang sedang hura-hura.

Pada Minggu dini hari lalu (10/9), dia memimpin langsung razia yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya terhadap anak baru gede (ABG) di kawasan Nambangan, Kenjeran, Pantai Ria, dan sekitar Jembatan Suramadu, Minggu dini hari.

Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto, mengatakan, razia yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk ke sekian kalinya itu akhirnya menggelandang 141 ABG ke kantor Satpol PP. "Para ABG tersebut ketahuan mabuk dan sebagian lagi tidak membawa identitas diri. Dari 141 ABG tersebut, 19 orang di antaranya anak di bawah umur," katanya.

Irvan mengatakan 88 orang telah dilepas karena bisa menunjukkan identitas diri, sedangkan 32 orang dibawa ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih. "Sementara dua orang yang terpergok mabuk itu kami hukum menyapu dan mengepel," ujarnya.

Ia menceritakan, razia ini kali dimulai dari kawasan batu-batu Nambangan. Di lokasi ini, personel Satpol PP langsung mengamankan puluhan orang.

Sebetulnya, lanjut dia, begitu melihat tim razia datang, para ABG yang rata-rata cangkrukan di kawasan batu-batu itu langsung melarikan lari. Namun, tim razia menutup jalan sehingga mereka tidak bisa melarikan diri.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharani menyatakan tidak akan berhenti menggelar razia yang mendadak. Menurut dia, dari sisi kualitas, hasil razia kali ini tidak banyak yang ditemui sedang mabuk, namun dari sisi jumlah lebih banyak dari pada razia sebelumnya.

"Sekarang kami akan mencari mereka yang melakukan hubungan intim di tempat tempat hiburan atau tongkrongan anak muda," tegas Risma.

Kepada pihak keluarga yang menjemput ABG yang tertangkap itu, wali kota perempuan pertama di Surabaya itu meminta agar pengawasan kepada anak-anak lebih ditingkatkan.

"Saya harap jangan sampai pergaulan bebas di kalangan remaja kebablasan sebab jika sudah terjerumus pada penggunaan obat-obatan terlarang atau narkoba, sangat mungkin pula mereka terkena HIV/AIDS," ujarnya.

Bukan kali ini saja. Sebelumnya Tri Rismaharini pernah memimpin razia terhadap belasan ABG di tempat-tempat hiburan malam. Tri melontarkan amarahnya terhadap belasan ABG yang terjaring razia di tempat hiburan malam.

Tri semakin emosi ketika mencium aroma alkohol dari mulut salah seorang ABG. Bahkan para gadis ingusan itu diketahui menyalahgunakan keadaan, serta kebebasannya akibat perceraian kedua orang tuanya.

"Masih banyak orang lain yang menderita, kalian itu jangan menyalahkan keadaan, baju kamu masih bagus, coba lihat di sekitar kalian," kata Risma.

"Kamu jangan gaya-gayaan. Kalian itu masih di bawah umur, pakai acara pergi ke diskotek segala, mau jadi apa kalian?," tegasnya dengan nada tinggi.

Menurut Risma, belasan ABG ini terjaring razia di sejumlah rumah hiburan malam/umum (RHU) di Surabaya yang disinyalir mempekerjakan anak di bawah umur dini hari tadi.

"Saat itu, mereka (para ABG) diketahui tidak membawa identitas (KTP) dan mulut mereka diketahui berbau minuman keras," katanya. [war]

Topik berita Terkait:
  1. Surabaya
  2. Razia Pasangan Mesum
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini