Cerita Guru TK Nyaris Bunuh Diri Karena Teror Penagih Utang Pinjaman Online

Rabu, 19 Mei 2021 22:30 Reporter : Darmadi Sasongko
Cerita Guru TK Nyaris Bunuh Diri Karena Teror Penagih Utang Pinjaman Online ilustrasi korupsi. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - S (40), seorang guru TK di Kota Malang tertekan dan nyaris bunuh diri akibat teror para debt collector (penagih utang) pinjaman online (Pinjol). Ia mengaku terlilit utang di 24 aplikasi pinjaman online dan menghadapi teror para penagih utangnya.

"Sempat sama mereka dibikinkan grup. Grup itu isinya teman-teman saya. Suami saya juga dimasukkan. Saya juga dimasukkan grupnya itu, namanya donasi maling, ini maling, banyak utang, buronan, diancam juga nyawa lu sebagai taruhan. Kalau ketemu gue gorok leher lu, anjing, monyet. Itu saya simpan semua WAnya," kisah S Rabu (19/5).

S terlilit utang di 5 aplikasi pinjaman online legal dan 19 aplikasi ilegal atau totalnya 24 aplikasi. Pinjaman itu diambil akibat kepepet kebutuhan biaya kuliahnya.

Karena kondisi ekonominya yang semakin memburuk hingga terjadi gali lubang tutup lubang. Ia pun tidak menyangka kalau dampaknya begitu besar yang dirasakan.

"Awalnya kendala pembayaran kuliah, di situ saya berusaha mencari pinjaman ke sana ke mari, tapi saya ndak menemukan. Akhirnya saya diberi tahu seorang teman, coba pinjam di sini. Saya tidak tahu risikonya seserem ini," kisahnya.

Karena sangat membutuhkan uang, S mengaku mengambil pinjaman tersebut. Namun juga dituntut segera menyelesaikan pinjamannya.

Utang di pinjol ilegal diberi batas waktu 7 hari, tetapi baru masuk 5 hari kerja sudah mulai ditagih untuk segera membayar. Tetapi kalau yang legal tenornya lebih panjang lebih dari 7 hari.

Uang pinjaman yang diterimanya juga tidak sesuai angka pinjaman yang tertera dalam pinjaman ilegal tersebut.

"Contoh yang Pinjol ilegal, di aplikasi itu tertera Rp 1,8 juta, tapi yang masuk ke rekening saya cuma Rp1,2 juta atau Rp1,1 Juta. Tapi 8 hari harus bayar Rp1,8 Juta," ungkapnya.

S mengaku semakin terlilit dan berusaha jujur ke yayasan tempatnya bekerja sebagai guru TK. Ia khawatir para penagih utangnya itu akan menyasar hingga ke tempatnya bekerja. Namun dengan alasan tertentu pihak yayasan mengakhiri kontrak kerjanya per 5 November 2020.

Saat ini S baru menyelesaikan satu aplikasi dengan membayar pinjaman pokoknya melalui uang bantuan teman-temannya.

"Yang empat masih proses nego. Sementara yang 19 itu yang ilegal, saya ada niatan bayar, kalau ada rezeki, pelan-pelan," ungkapnya. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pinjaman Online
  3. Malang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini