Cerita Ganjar Dicurhati Pengusaha Soal Tagihan Cicilan Kredit Bank

Sabtu, 28 Maret 2020 14:33 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Cerita Ganjar Dicurhati Pengusaha Soal Tagihan Cicilan Kredit Bank Konpers Ganjar Pranowo di RSUD Moewardi Solo. ©2020 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, dampak Covid-19 sudah mulai dirasakan oleh para pelaku usaha. Keluhan-keluhan pelaku usaha, misalnya di sektor pariwisata sudah mulai disampaikan kepada pihaknya.

"Di sisi bisnis kita juga menghitung seluruh organ pemerintah, kita mencatat. Keluhan sekarang mulai nyata tampak di terutama pariwisata," kata dia dalam diskusi SmartFM bertajuk Kerja Efektif Menghadapi Corona, Sabtu (28/3).

Melalui keluhan-keluhan tersebut, pelaku usaha mulai meminta adanya kelonggaran atau insentif yang diberikan kepada mereka. Misalnya kelonggaran dalam pembayaran listrik dan diskon dari sisi BBM.

"Misalnya, boleh enggak ada diskon dari Pertamina BBM-nya," urai Ganjar.

Patut diakui, instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi), misalnya terkait relaksasi kredit bagi pelaku usaha belum dijalankan oleh perbankan.

"Perbankan nampaknya belum merespons cepat. Meskipun presiden sudah menyatakan bagaimana menjadwal ulang cicilan-cicilan. OJK nampaknya perlu bertindak lebih cepat," tutur dia.

Sebagai contoh, Ganjar mengatakan, dia telah mendengarkan keluhan dari seorang pelaku UMK bahwa belum mendapatkan kelonggaran dalam membayar cicilan. Pengusaha roti tersebut diminta oleh Bank Syariah Mandiri untuk tetap membayar cicilan sesuai jadwal.

"Sekitar tiga menit sebelum Anda tanya saya, saya lagi komunikasi dengan seorang warga di Klaten, UKM Roti yang cicilannya di Bank Syariah Mandiri. Ini saya sebut saja biar Bank Syariah Mandiri juga mendengarkan janji presiden belum dieksekusi sehingga ya kalau ada cicilan, ya cicil saja begitu. kita belum ada petunjuk itu," ungkap dia.

"Yang begini-begini ini kalau bahasa saya, bahasa rakyat, ini kok nyebelin amat ya. Maaf kalau nanti ada yang tersinggung. Tadi saya mau lugas saja. Karena situasi darurat perlu lugas," tandasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini