Cerita Aremania Soal Penonton Laga Arema FC Tanpa Tiket Sering Terjadi

Selasa, 4 Oktober 2022 21:05 Reporter : Muhammad Permana
Cerita Aremania Soal Penonton Laga Arema FC Tanpa Tiket Sering Terjadi Aremania gelar doa bersama di Alun-Alun Jember. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Suporter Arema FC, Aremania mengungkapkan kasus penonton tanpa tiket sering terjadi pada pertandingan kandang Arema FC. Mereka adalah penonton yang tidak membeli tiket secara resmi lalu terindikasi menyuap petugas jaga atau mendapat jalur khusus, karena masih berkerabat dengan perangkat pertandingan.

"Itu salah satu penyebab menumpuknya penonton. Karena jumlah penonton tidak disesuaikan dengan kapasitas stadion. Ini akan jadi berbahaya sekali untuk pertandingan dengan tensi tinggi seperti kemarin," kata koordinator Aremania Jember Rendy Oktoriansyah kepada merdeka.com, Selasa (4/10).

Meski mengkritik manajemen Arema FC soal aspek keamanan dan kapasitas penonton, Aremania Jember menyatakan belum mengambil sikap atau komentar terkait kabar peristiwa Kanjuruhan dipicu oleh Panpel yang disebut mencetak tiket melebihi ambang batas aman.

Aremania Jember masih menunggu hasil kerja dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang dibentuk presiden.

"Karena saat ini berkembang isu liar untuk mengaburkan fakta yang sebenarnya terjadi. Yakni antara isu yang melawan anggapan masyarakat soal kesalahan prosedur yang dilakukan aparat saat mengamankan pertandingan, dengan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan," papar Rendy.

Aremania di Jember bersama sejumlah komunitas penggemar sepak bola lain seperti Bonek Persebaya menggelar malam renungan dan doa bersama di lapangan Alun-alun Jember. Mereka kompak berdoa bersama agar sepak bola tanah air bisa lebih baik ke depan.

"Aksi doa bersama ini sekaligus memberikan renungan kepada saudara-saudara dari elemen suporter lain agar tidak terulang dan bisa menjadikan tragedi Kanjuruhan sebagai titik balik untuk lebih menjaga perdamaian dan kerukunan antar suporter di seluruh tanah air," terang Rendy.

Aremania Jember juga mendeklarasikan menarik diri dari klub sepak bola asal Malang tersebut. Karena itu Aremania Jember membekukan semua bentuk kegiatan kecuali yang berkaitan dengan pemulihan para korban dan keluarga korban.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan fans sekaligus desakan agar manajemen Arema FC Malang bisa segera berbenah tentang sistem tiket dan keselamatan didalam dan diluar stadion.

"Selama ini manajemen Arema FC abai dalam mengantisipasi aspek keamanan khususnya pada laga-laga penting yang berpotensi menyedot jumlah penonton dalam jumlah besar. Seperti saat Arema FC melawan Persebaya, Persija dan Persib Bandung. Ini penyakit bertahun-tahun sejak tahun 2006," tutur Rendy.

"Banyak copet yang sepertinya sudah terorganisir rapi. Sehingga barang-barang dari penonton rawan hilang. Padahal, ketika kita beli tiket, seharusnya diikuti dengan jaminan keamanan juga," sambung Rendy. [cob]

Baca juga:
Ribuan Suporter di Yogyakarta Gelar Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
Kompolnas Sebut Eks Kapolres Malang Sedang Amankan Pemain Saat Tembakan Gas Air Mata
Saling Lempar soal Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan
Kapolri Diminta Copot Kapolda Jatim Butut Tragedi Kanjuruhan, Ini Tanggapan Polri
Media Asing Soroti Tragedi Kanjuruhan, Kritik Tajam Polisi Indonesia
PSSI Ungkap Sejumlah Kelalaian Panitia Pelaksana dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini