Cerita Aremania Lolos dari Tragedi Kanjuruhan, Tiga Menit Sebelum Kerusuhan

Senin, 3 Oktober 2022 11:43 Reporter : Merdeka
Cerita Aremania Lolos dari Tragedi Kanjuruhan, Tiga Menit Sebelum Kerusuhan Suasana kericuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. ©2022 REUTERS/Stringer

Merdeka.com - Kekalahan Arema FC melawan Persebaya pada Sabtu (1/10) memicu tragedi memilukan di Stadion Kanjuruhan hingga sebabkan 125 orang tewas. Salah satu suporter Arema FC atau yang akrab disapa Aremania dari Korwil Bantur The Black Lion, Slamet Sanjoko menceritakan pengalamannya lolos dari tragedi tersebut.

Menurutnya, selama jalannya pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya berjalan kondusif. Usai pertandingan, ada dua orang yang mau berfoto bersama pemain Arema FC.

Keduanya terus memaksa untuk diperbolehkan masuk dalam area lapangan, akhirnya dua orang itu diizinkan masuk ke lapangan.

Menurutnya, setelah kedua orang tersebut diizinkan untuk memasuki area lapangan tersebut kedua anak itu ternyata menghampiri pemain Arema FC yang saat itu masih berada di dalam lapangan untuk meminta maaf kepada para suporter atas kekalahan dari Persebaya.

"Dua anak itu, yang akan berfoto ternyata mereka mendekat ke pemain Arema FC. Kemudian terjadi bentrokan, pemicunya ada di situ," kata Sanjoko. Dikutip dari Antara, Senin (3/10).

2 dari 2 halaman

Dirinya pun menambahkan, setelah terjadi aksi dari dua orang suporter itu, kemudian memicu para pendukung lain juga turun memasuki lapangan. Namun Sanjoko tetap meminta kepada rekan-rekannya yang dari wilayah Bantur agar tidak ikut masuk ke dalam lapangan.

Benar saja, setelah peluit panjang ditiup, ribuan suporter memasuki area lapangan dan mengejar para pemain serta ofisial. Hal inilah yang menyebabkan petugas menggunakan gas air mata untuk membubarkan kericuhan penonton di dalam stadion.

Dia kemudian menghimbau rekan-rekannya untuk segera mengemasi peralatan dan bendera yang dibawa. Sanjoko juga mengajak sejumlah aremanita untuk bergegas meninggalkan tribun karena khawatir situasi akan semakin memburuk.

"Sekitar tiga menit kami keluar gerbang, itu ada tembakan gas air mata ke arah tribun, kami lolos dan tidak tahu bagaimana kondisi di dalam. Namun ada rekan yang terkena gas air mata," ungkapnya.

Sanjoko cukup menyayangkan adanya tembakan gas air mata yang dilayangkan ke arah tribun, oleh petugas. Hal ini justru membuat semua penonton panik dan berhamburan dari tribun untuk menyelamatkan diri. Lampu pencahayaan di area tribun pun telah dimatikan petugas meskipun penonton masih memenuhi area tersebut.

"Kalau yang masuk ke lapangan mungkin masih bisa kami terima karena mereka memang melanggar batas area. Tetapi kenapa yang di tribun salah apa, tapi ditembak gas air mata," jelas Sanjoko.

Reporter: Putri Oktafiana

Baca juga:
Pertandingan Persib Lawan Persija Ditunda, Ini Kata Official
Pemerintah Bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta Ungkap Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan
Deretan Tragedi Sepak Bola Paling Mematikan di Dunia
Dunia Soroti Tragedi Kanjuruhan, Klub hingga Pemain Sepak Bola Dunia Lakukan Aksi Ini
Potret Aksi Solidaritas Bobotoh di Bandung untuk Arema, Berlangsung Khidmat
Cerita Anak 11 Tahun Kehilangan Kedua Orang Tua saat Tragedi Kanjuruhan Malang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini