Cekcok Setelah Pisah Ranjang, Pria di Palopo Tega Bunuh Istri

Selasa, 20 September 2022 22:43 Reporter : Ihwan Fajar
Cekcok Setelah Pisah Ranjang, Pria di Palopo Tega Bunuh Istri ilustrasi garis polisi. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Kepolisian Resor Palopo menangkap seorang pria inisial RA, Selasa (20/9). Dia diringkus setelah membunuh istrinya WA, Senin (19/9).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Palopo Inspektur Satu Akhmat Risal mengatakan, pengungkapan kasus berawal saat penemuan jasad WA di kamar kontrakannya. Saat ditemukan, WA dalam kondisi bersimbah darah.

"Warga melaporkan ada mayat bersimbah darah di kamar kontrakan akibat dua tusukan benda tajam," ujarnya kepada wartawan.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menangkap RA yang tak lain suami WA. Setelah membunuh istrinya, RA pulang ke rumah orang tuanya dan menceritakan kejadian pembunuhan tersebut.

"Pelaku sempat mendatangi orang tuanya. Dia mengakui jika sudah menikam istrinya hingga meninggal dunia," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Cekcok Terkait Anak

Setelah menceritakan pembunuhan yang dilakukannya, pelaku selanjutnya bersembunyi di rumah tantenya. Di tempat itulah polisi menangkapnya.

"Pelaku ke rumah tantenya untuk mendapat perawatan karena ada luka tusuk juga di bagian perut," bebernya.

Akhmat menjelaskan kronologi berawal saat pelaku hendak membawa anaknya yang masih balita untuk berobat. Tapi keinginan pelaku ditolak oleh istrinya hingga terjadi cekcok.

"Pelaku yang gelap mata langsung menusuk korban dengan badik yang dibawanya. Pelaku dan korban ini informasinya pisah ranjang sudah 3 bulan," ungkapnya.

3 dari 3 halaman

Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Akhmat menambahkan saat cekcok tersebut, korban sempat berteriak meminta tolong dari dalam kamar kontrakannya. Hanya saja, tidak ada warga yang mendengar teriakan korban terlambat untuk menolong.

"Warga yang menemukan korban sudah dalam kondisi bersimbah darah. Sempat membawa korban ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong," sebutnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 44 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga subsider 334 tentang pembunuhan. Pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara.

Baca juga:
Bagian Tubuh Belum Ditemukan, Jenazah PNS Bappenda Semarang Diserahkan ke Keluarga
Komnas HAM Temukan Indikasi Obstruction of Justice di Kasus Mutilasi Warga Papua
Respons Robert Priantono Disebut Sediakan Jet Pribadi untuk Brigjen Hendra Kurniawan
Istri Terpidana Mati Pembunuh Ibu dan Anak di Kupang Terancam Penjara Seumur Hidup
Telusuri CCTV, Polisi Duga Iwan Saksi Korupsi Bertemu Seseorang Sebelum Dibunuh
Polisi: Saksi Korupsi Terekam CCTV di Marina Semarang pada Hari Dilaporkan Hilang
Geger Pria di Bali Tusuk Ibu Tiri hingga Tewas, Pelaku masih Berkeliaran

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini