Cek Kesiapan Gedung, Pimpinan DPR Ungkap Sejumlah Kendala Bila DPR Jadi RS Darurat

Senin, 12 Juli 2021 15:40 Reporter : Ahda Bayhaqi
Cek Kesiapan Gedung, Pimpinan DPR Ungkap Sejumlah Kendala Bila DPR Jadi RS Darurat Gedung DPR. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, dan beberapa anggota dewan meninjau kesiapan Kompleks Parlemen sebagai rumah sakit darurat. Ruang paripurna, hingga kantor anggota DPR di Nusantara I dicek siap tidaknya menjadi rumah sakit darurat.

Dalam peninjauan ini, ditemukan sejumlah kendala bila gedung DPR dipakai sebagai rumah sakit darurat.

Ruang paripurna yang diusulkan sebagai ruang bangsal, sulit diakses untuk tempat tidur. Lift tidak memungkinkan dimasukan tempat tidur. Begitu juga ruang rapat paripurna itu tidak memungkinkan karena konstruksi lantai yang menurun.

pimpinan cek kemungkinan dpr jadi rsd covid

"Kemudian persiapan ke tempat paripurna yang diusulkan menjadi bangsal. Yang pertama problem lift enggak bisa dimasuki tempat tidur. Kemudian diusulkan menggunakan eskalator, oke kita menggunakan eskalator. Kemudian ke ruang paripurna itu ternyata konstruksinya menurun ke bawah, ga rata, nah itu bagaimana mau dijadikan itu. Tempat tidur mau ditaruh di mana kalau lantainya menurun begitu. Tadi kesimpulannya kawan-kawan disimpulkan sendiri pakai ruang paripurna bisa atau tidak," ujar Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senin (12/7).

Nusantara I tempat anggota dewan berkantor pun sulit untuk diakses bagi tempat tidur. Liftnya bukan hanya tidak bisa memuat tempat tidur untuk dibawa ke ruang atas, namun juga kerap kali macet.

"Sudah dicoba juga tempat tidur tidak bisa masuk lalu kemudian liftnya itu diusulkan direnovasi karena udah miringkan dan lift sering macet. Nah tadi kebetulan lift yang dinaiki wartawan tadi sempat macet," ujar Dasco.

pimpinan cek kemungkinan dpr jadi rsd covid

Belum lagi, melihat ruangan di Nusantara I, menurut Dasco perlu dibongkar ulang jika digunakan sebagai rumah sakit darurat. Karena satu ruangan hanya muat dua tempat tidur dan satu lantai hanya ada satu kamar mandi. Belum lagi tidak ada jalur untuk membuang sampah medis.

Sebenarnya, kata dia, lapangan seluas 80x90 m di depan Nusantara I bisa digunakan. Tetapi, hanya bisa memuat tenda darurat. Terkait sanitasi juga perlu dipikirkan kembali.

"Ini kan bukan cuma perawatannya saja, tempat dokternya, listrik air dan lain-lain. Nah ini apakah kemudian secara teknis efisien atau enggak cuma memakai yang (lapangan) 80x90," jelasnya.

pimpinan cek kemungkinan dpr jadi rsd covid

Setelah melihat kondisi tersebut, Dasco menilai pimpinan DPR bukan menolak Kompleks Parlemen digunakan sebagai rumah sakit darurat. Namun, berdasarkan peninjauan hari ini secara teknis sulit.

Politikus Gerindra ini mengusulkan sejumlah tempat di sekitar gedung DPR/MPR yang bisa dipakai sebagai rumah sakit darurat seperti Istora Senayan.

"Bukan tidak mau, kita mau. Tapi secara teknis memungkinkan gak. Makanya kita lihat tadi, kita bukannya dibilang gak mau lalu dibilang tidak empati kepada masalah yang ada. Tapi kesiapan teknis kita tinjau dulu, bisa gak" ujarnya. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini