Cegah siswa merokok, sekolah bakal perangi advertensi rokok

Sabtu, 21 November 2015 17:01 Reporter : Muhammad Sholeh
Cegah siswa merokok, sekolah bakal perangi advertensi rokok Ilustrasi Anak Merokok. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Dari tahun ke tahun, konsumsi rokok di Indonesia terus meningkat. Ironisnya, dari sekitar 66 juta perokok aktif yang ada di Indonesia, 3,9 juta di antaranya adalah anak usia sekolah antara 10-14 tahun.

"Bahkan dari riset yang dilakukan tingkat konsumsi tembakau yang naik 56,9 persen tahun ini, dari yang hanya 43,3 persen, itu dilakukan oleh mereka yang berusia 15-19 tahun," kata Tim Monitoring Yayasan Pengembangan Media Anak, Santi Indra Astuti di Menteng, Jakarta, Sabtu (21/11).

Menurut Santi, angka perokok muda semakin banyak jumlahnya karena gencarnya perusahaan-perusahaan rokok memasang iklan. Selain di media dan tempat lainnya, tak sedikit pula iklan rokok dipajang di sekitar sekolahan.

"Kami melakukan riset di 5 kota di sana kami melihat di sekitar sekolah betul tidak bebas dari iklan rokok? Hasilnya sekolah menjadi salah satu target iklan rokok. Bohong banget jika iklan rokok tak sengaja dipasang di sekitar sekolah. Siapa yang jadi targetnya? Anak-anak sekolah, itu menyebabkan rantai perokok baru dan tak habis-habisnya," jelasnya.

Oleh karena itu, bersama sekolah-sekolah yang ada di Jakarta dan Bandung, pihaknya mengajak untuk menurunkan iklan rokok di warung-warung dekat sekolah. Dengan tujuan, jangan sampai anak-anak sekolah menjadi target iklan perusahaan rokok.

Ada pun delapan sekolah yang bakal dijadikan model percontohan untuk program 'STAR (Sekolah Tanpa Advertensi Rokok) Menolak Diam!' di antaranya SMPN 104 Jakarta, MTS Jamiatul Huda Jakarta, SMP 117 Jakarta, SMP IT Arahman Jakarta dan SMP 15 Bandung. Selanjutnya SMP 7 Bandung, SMP 2 Bandung, dan SMP Agustinus Jakarta.

"Iklan rokok sangat mengancam siswa-siswa, perusahaan rokok sangat agresif membuat iklan rokok yang ditempatkan di dekat sekolah kami dan menjadikan pelajar sebagai generasi perokok baru agar perusahaan tak bangkrut," kata siswa SMPN 117 Jakarta, Ernawati. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini