Cegah sabu masuk RI, aparat gabungan harus tingkatkan patroli laut

Jumat, 14 Juli 2017 14:20 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Cegah sabu masuk RI, aparat gabungan harus tingkatkan patroli laut Penyelundupan sabu satu ton di Anyer digagalkan. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Aparat gabungan diminta memperketat pelabuhan tak resmi atau jalur tikus guna mencegah penyelundupan narkoba setelah pengungkapan sabu satu ton oleh WNA di kawasan Anyer, Banten, Rabu (13/7) malam. Temuan satu ton sabu itu membuktikan jalur tikus di sejumlah wilayah masih menjadi favorit para bandar untuk menyelundupkan narkoba ke Indonesia.

"Melihat kondisi seperti keterlibatan Polri, TNI, Bea Cukai, perlu meningkatkan patroli yang intensif di tengah laut," kata Direktur Pusat Kajian Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (14/7).

Lemkapi memuji kinerja Polri membongkar sindikat internasional asal Taiwan tersebut dan meminta anggota yang terlibat di dalam pengungkapan kasus ini layak untuk dapat penghargaan. Lemkapi menilai butuh kerjasama antar penegak hukum dalam memberantas narkoba berkaca dari kasus tersebut.

"Saat ini Indonesia sudah darurat narkoba dibutuhkan kerja keras Polri, BNN, TNI, pemerintah daerah, Bea Cukai, petugas lapas dan dukungan masyarakat untuk berperang melawan mafia narkoba," kata dia.

Sebelumnya, Tim Satgas Merah Putih yang merupakan gabungan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok menggagalkan penyelundupan satu ton sabu di Anyer, Banten. Sabu ini diselundupkan oleh empat warga negara asing berpaspor Taiwan.

Narkoba jenis sabu yang diamankan di kawasan bekas Hotel Mandalika Anyer, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Paket sabu itu dikemas dalam 27 kotak di dalam mobil Inova gold dan 24 kotak di Inova hitam.

"Total ada 51 kotak. Estimasi tiap bruto masing-masing 20 kilogram. Total 1 ton," ucap Wakasat Narkoba Polresta Depok, AKP Rosana Labobar, Kamis (13/7).

Empat tersangka sudah diamankan dalam pengungkapan kasus ini. Satu di antaranya ditembak mati karena melawan petugas saat ditangkap. Tersangka yang tewas adalah LMH berperan sebagai bos atau pengendali. Tiga lainnya adalah CWV, LGY, dan HYL. [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini