Cegah Penyebaran Corona, Risma Larangan Takbir Keliling di Surabaya

Jumat, 22 Mei 2020 17:34 Reporter : Erwin Yohanes
Cegah Penyebaran Corona, Risma Larangan Takbir Keliling di Surabaya Semarak Takbir Keliling Ratusan Warga Muslim Kuta. ©2018 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melarang pada seluruh masyarakat agar tidak melaksanakan takbir keliling di jalan raya. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Corona karena adanya pengumpulan massa.

Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya tertanggal 17 Mei 2020, Nomor 443/4591/436.8.4/2020, tentang larangan takbir keliling. Surat edaran itu ditujukan kepada camat, lurah, serta seluruh pengurus atau takmir masjid dan musala untuk diteruskan kepada masyarakat.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, ada empat poin yang tertuang dalam surat edaran wali kota itu. Pertama, tidak melakukan takbir keliling ke jalan raya maupun takbir keliling dengan berjalan kaki dan mengumpulkan massa.

"Terkait SE larangan takbir keliling, intinya itu meminta dengan sangat kepada seluruh warga masyarakat, takmir masjid untuk tidak melaksanakan takbir keliling," kata Eddy di Balai Kota Surabaya, Jumat (22/5).

Poin kedua, masyarakat juga diimbau untuk menggemakan takbir di rumah, masjid atau musala oleh pengurus atau takmir, dengan menerapkan protokol kesehatan serta melalui media elektronik dan media sosial lainnya.

"Takbir bisa dilaksanakan oleh takmir musala atau masjid, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Poin ketiga, Eddy mengungkapkan, petugas perbatasan atau posko check point juga melakukan pencegahan takbir keliling dari luar kota agar tidak masuk ke Kota Surabaya.

"Nanti petugas cek point perbatasan, ketika ada kelompok takbir keliling dari kabupaten atau kota lain yang ingin masuk Surabaya, akan kita kembalikan agar tidak masuk," tegasnya.

Sedangkan poin keempat, dia menyebut, umat Islam atau warga Kota Surabaya perlu menggemakan takbir, tahmid, dan tahlil saat malam Idul Fitri. Hal ini sebagai tanda syukur sekaligus doa agar pandemi Covid-19 segera diangkat oleh Allah.

"Jadi itu intinya dari pada surat edaran Wali Kota Surabaya," pesannya.

Namun demikian, mantan Kepala BPB dan Linmas Kota Surabaya ini menegaskan, apabila nantinya di malam Idul Fitri ditemukan kelompok masyarakat yang masih menggelar takbir keliling di jalan raya, pihaknya tak segan untuk memberi tindakan tegas dengan langsung menghentikan kegiatan itu.

"Jika kita temukan, maka langsung kita hentikan, kita tindak langsung. Tindakan kita adalah seperti itu," pungkasnya. [fik]

Baca juga:
Sejumlah Desa Muslim di Pulau Ambon Sudah Rayakan Idul Fitri 1441 H
Pengikut Tarekat Abu Peuleukung di Aceh Rayakan Idul Fitri Hari Ini
Pesan Anies Baswedan di Hari Raya Idul Fitri 1441 H: Tetap di Rumah
MUI: Salat Idul Fitri Tidak Dilarang, Tapi Lakukan di Rumah
Aparat Diminta Tak Bubarkan Salat Id yang Digelar Saat Pandemi Covid-19
Hasil Sidang Isbat: 1 Syawal 1441 H Jatuh Pada Minggu 24 Mei 2020

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini