Cegah Penyebaran Corona, Kapal Pesiar Dilarang Bersandar di Pelabuhan Benoa Bali

Rabu, 1 April 2020 16:39 Reporter : Moh. Kadafi
Cegah Penyebaran Corona, Kapal Pesiar Dilarang Bersandar di Pelabuhan Benoa Bali Ilustrasi kapal pesiar. ©2020 Liputan6.com/Gholib

Merdeka.com - Pemerintah Kota Denpasar memperketat pengawasan pelabuhan yang menjadi akses masuk ke Provinsi Bali guna mengantisipasi virus corona. Langkah itu tertuang dalam Surat Dishub Kota Denpasar nomor: 551/605/ Dishub tertanggal 30 Maret 2020 yang ditandatangani langsung Wali kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra.

Kabag Humas dan Protokol Setda I Dewa Gede Rai sekaligus Jubir Satgas Covid-19 Kota Denpasar menyampaikan, ada tiga poin utama dalam surat yang ditindaklanjuti dengan Surat Gubernur Bali nomor: 551/2500/ Dishub, tanggal 29 Maret 2020. Surat itu ditujukan kepada KSOP Benoa dan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat

Tiga poin tersebut diantaranya, Pemkot Denpasar melarang seluruh kapal pesiar untuk singgah dan sandar di Pelabuhan Benoa.

Kedua, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali wilayah XII Provinsi Bali NTB harus melarang penumpang tujuan ke Denpasar yang tidak mempunyai identitas dengan domisili di Denpasar menyebrang melalui Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Gilimanuk dan melalui Pelabuhan Penyeberangan Lembar-Padang Bai.

Ketiga, dilakukan pembatasan operasi pelabuhan dan mengurangi frekuensi penyeberangan dan ikut aktif memastikan secara disiplin dan jujur penumpang orang atau barang yang menuju Kota Denpasar bebas dari virus covid-19.

"Tentu dalam kondisi tanggap darurat covid-19 saat ini sudah sewajarnya kita bersama-sama meningkatkan kewaspadaan. Sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran virus corona. Dan hal ini juga sejalan dengan kebijakan larangan pulang kampung karena siapa saja bisa jadi carier dan membawa virus," kata Dewa Rai, Rabu (1/4).

Dia juga menyampaikan, penguatan pengawasan pintu masuk ke Denpasar sangat penting. Hal ini sebagai langkah preventif dan terdepan guna memastikan orang yang keluar masuk Kota Denpasar tergolong sehat dan terbebas dari Covid-19.

"Tentunya penyemprotan sterilisasi di kawasan terminal saja tidaklah cukup, harus dilaksanakan langkah yang lebih luas. Sehingga rantai penyebaran dapat kita putus bersama, selain juga dengan tetap memperhatikan physical dan social distancing dan menghindari kerumunan," ujar Dewa Rai. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini