Cegah Penyebaran Corona di Tahanan, Menkum HAM Bebaskan Sebagian Narapidana

Selasa, 31 Maret 2020 09:28 Reporter : Merdeka
Cegah Penyebaran Corona di Tahanan, Menkum HAM Bebaskan Sebagian Narapidana Menkumham rapat dengan Baleg DPR. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna H Laoly menekan putusan guna membebaskan narapidana dan anak di lembaga pemasyarakatan di bawah kementeriannya melalui asimilasi dan integrasi. Langkah tersebut diambil guna mencegah penyebaran virus Corona di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

"Pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi adalah upaya pencegahan dan penyelamatan narapidana dan anak yang berada di Lembaga Pemasyarakatan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak, dan Rumah Tahanan Negara dari penyebaran Covid-19," ungkap Menkum HAM Yasonna dalam surat keputusan bernomor M.HH -19.PK.01.04.04. Tahun 2020 itu, Senin (30/3).

Ada beberapa ketentuan bagi narapidana dan anak untuk bisa dikeluarkan atau dibebaskan dengan asimilasi menurut keputusan tersebut. Adapun ketentuannya adalah, bagi narapidana yang dua pertiga masa pidananya jatuh pada 31 Desember 2020 nanti. Kemudian bagi anak setengah masa pidananya jatuh pada 31 Desember nanti.

Pembebasan ini juga bagi narapidana dan anak yang tidak terikat dengan PP Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Serta tidak sedang menjalani subsider dan bukan warga negara asing.

"Asimilasi dilaksanakan di rumah dan surat keputusan asimilasi diterbitkan Kepala Lapas, Kepala LPKA, dan Kepala Rutan," katanya.

1 dari 1 halaman

Bebas Bersyarat

Sementara ketentuan narapidana dan anak yang dibebaskan dengan cara integrasi, yakni pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan cuti menjelang kebebasan adalah narapidana yang telah menjalani dua pertiga masa pidananya. Sementara bagi anak adalah mereka yang telah menjalani setengah masa pidananya.

"Narapidana dan anak tidak terkait dengan PP Nomor 99 Tahun 2012, yang tidak sedang menjalani subsider dan bukan warga negara asing," katanya.

Yasonna dalam keputusan itu mengungkapkan, usulkan dilakukan melalui sistem database pemasyarakatan dan surat keputusan integrasi diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

Sedangkan untuk pembimbing dan pengawasan integrasi dan asimilasi dilaksanakan oleh Balai Pemasyarakatan.

Reporter: Yopi M
Sumber: Liputan6.com [eko]

Baca juga:
Kemenkum HAM Terbitkan 3 Opsi Penanganan untuk Tahanan Selama Covid-19
Pemerintah Disarankan Tarik dan Perbaiki Draf RUU Cipta Kerja dari DPR
Menkum HAM Setop Sementara Pemberian Visa Bagi Orang yang Tinggal di China
Imbas Virus Corona, Pemerintah Batasi Pemberian Visa & Izin Tinggal Warga Asing
Ditjen KI Kemenkumham Tindak Operator TV Kabel Terkait Dugaan Tayangan Konten Ilegal
Menkum HAM Akan Lelang Jabatan Dirjen Pemasyarakatan dan Dirjen Imigrasi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini