Cegah Lonjakan Omicron, Mendagri Minta Camat di Pekanbaru Kebut Vaksin Booster & Anak

Jumat, 21 Januari 2022 21:04 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Cegah Lonjakan Omicron, Mendagri Minta Camat di Pekanbaru Kebut Vaksin Booster & Anak Mendagri Tito Minta Para Camat di Pekanbaru. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendorong jajaran camat di Pekanbaru mempercepat vaksinasi. Terutama vaksin booster atau ketiga untuk mengantisipasi gelombang varian Omicron.

"Penanganan vaksinasi difokuskan pada percepatan vaksinasi booster (vaksinasi dosis ketiga), vaksinasi anak, dan lansia (lanjut usia). Vaksinasi booster diperlukan untuk memperkuat antibodi," kata Tito saat meninjau pemberian vaksin di SDN 3 Pekanbaru dan berdialog dengan jajaran camat se-Pekanbaru secara virtual, Jumat (21/1).

Tito menjelaskan, vaksinasi anak dibutuhkan agar mereka dapat melangsungkan pembelajaran tatap muka, sehingga tidak terjadi learning loss. Harapannya, anak-anak tidak mengalami kemunduran pengetahuan akademik akibat faktor tertentu.

"Sedangkan (vaksinasi) lansia ini diperlukan langkah door to door (pintu ke pintu). Karena lansia bila dibawa ke tempat vaksinasi, mereka susah kadang-kadang. Maka dibutuhkan tim kecil, karena kebanyakan yang meninggal dari lansia," ungkapnya.

Tito juga mengimbau agar penanganan Covid-19 tidak boleh lengah. Meskipun indikator kasus Covid-19, angka kematian, hingga angka keterisian tempat tidur alias bed occupancy ratio (BOR) relatif menurun. Sebab, ancaman dari mutasi virus Covid-19 terus terjadi.

"(Kita tidak boleh lengah), karena apa? Saat ini ada varian baru bernama Omicron. Kedua, di negara lain terjadi ledakan," bebernya.

Dia juga meminta agar penerapan protokol kesehatan diperketat. Hal itu mencakup penerapan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Tito juga meminta agar upaya-upaya penanganan Covid-19 tersebut semakin dipercepat.

"Sehingga kehidupan berjalan normal kembali. Selain itu, diharapkan ekonomi juga dapat berjalan seperti sedia kala," pungkasnya.

Baca juga:
Respons Kemenkes soal Viral Suntikan Kosong Vaksinasi Anak di Medan
Siswa SD di Makassar Mulai Disuntik Vaksin, Target 132 Ribu Orang
Vaksinasi Booster Covid-19 dari Rumah ke Rumah
Genjot Vaksinasi, ASN di Garut Diwajibkan Bawa 5 Warga Belum Disuntik Vaksin Covid-19
Kasus Covid-19 di RI Terus Meningkat, Perlukah Tarik Rem Darurat?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini