Cegah Gelombang ke-3, Kemenkes Sebut Mobilitas Tidak Boleh Naik Sampai 10 Persen

Rabu, 27 Oktober 2021 19:27 Reporter : Supriatin
Cegah Gelombang ke-3, Kemenkes Sebut Mobilitas Tidak Boleh Naik Sampai 10 Persen Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan gelombang ketiga Covid-19 bisa dicegah. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membatasi mobilitas masyarakat.

"Kita dapat mencegah potensi lonjakan kasus atau potensi gelombang ketiga dengan menjadikan mobilitas tidak meningkat sampai pada angka 10 persen seperti pada kondisi Nataru tahun 2020 ataupun pada pascaIdulfitri tahun 2021," katanya dalam konferensi pers, Rabu (27/10).

Menurut Nadia, pembatasan mobilitas ini bisa diterapkan saat libur panjang Natal 2021 dan Tahun 2022. Belajar dari pengalaman sebelumnya, libur panjang akhir tahun kerap meningkatkan mobilitas.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 mengingatkan, saat ini ada 105 kabupaten dan kota pada 30 provinsi yang mengalami tren peningkatan kasus. Bahkan, tren peningkatan kasus Covid-19 pada ratusan daerah itu terjadi dalam tujuh pekan terakhir.

"Hal ini tentu menjadi kewaspadaan kita bersama," sambungnya.

105 Kabupaten dan kota tersebut di antaranya Nagan Raya, Labuhanbatu Selatan, Kepulauan Meranti, Bangka Selatan, Solok Selatan, Jakarta Timur, Kota Depok, Blora, dan Kota Surakarta. Kemudian, Jember, Bima, Minahasa Tenggara, Buton, Sintang, Sambas, Bulukumba, Bengkayang, Lamandau, Sukamara, Mahakam Ulu, Kaimana, Sorong dan Kota Bekasi.

Selain pembatasan mobilitas, penggunaan Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi pelaku perjalanan bisa menekan penularan Covid-19. PCR, kata Nadia, memiliki sensitifitas lebih tinggi dalam mendeteksi keberadaan virus ketimbang alat tes lainnya.

"Upaya membatasi penyebaran virus Covid-19 sebagai upaya mempertahankan laju penularan yang rendah dilakukan melalui penggunaan alat deteksi laboratorium yang lebih sensitif seperti penggunaan pemeriksaan RT PCR saat melakukan perjalanan," jelasnya.

Sejumlah epidemiologi memprediksi gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia terjadi pada Desember 2021 hingga Februari 2022. Salah satu kemungkinan pemicu gelombang ketiga Covid-19 ialah mobilitas meningkat saat libur panjang akhir tahun. [ray]

Baca juga:
Satgas Covid-19: Pembukaan Kegiatan Keagamaan Berdasarkan Pedoman WHO
Kemenkes: PCR Syarat Naik Pesawat Karena Penumpang Lebih Berisiko Kena Covid-19
Kemenkes Sebut Kasus Covid-19 Turun 23 Persen, Kematian 16 Persen
Alasan Kemenkes Turunkan Tarif PCR Jadi Rp275 Ribu
Kemenkes Resmi Turunkan Tarif PCR Jadi Rp275 Ribu untuk Jawa-Bali

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini