Cegah Fenomena Pingpong Covid-19, Pemudik Kembali dari Sumatera Akan Dites Antigen

Sabtu, 15 Mei 2021 17:34 Reporter : Merdeka
Cegah Fenomena Pingpong Covid-19, Pemudik Kembali dari Sumatera Akan Dites Antigen Letjen Doni Monardo. ©2020 Merdeka.com/Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo mengingatkan semua pihak untuk mencegah terjadinya fenomena pingpong Covid-19, yakni perpindahan kasus antarwilayah, menjelang kembalinya para pemudik dari Sumatera ke Jawa.

"Kita tidak ingin teori bola pingpong ini terjadi, pemerintah berupaya untuk melakukan penyekatan diharapkan bisa berhasil," kata Doni saat Talkshow Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pascalibur Lebaran, Sabtu (15/5).

Doni memaparkan, terdapat 440.014 orang yang berpindah dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera saat masa libur Lebaran. Data itu diketahui Doni saat melakukan tinjauan di Pelabuhan Merak-Bakauheni.

"Data memperlihatkan bahwa Sumatra mengalami tren kenaikan kasus aktif selama satu bulan terakhir ini, sementara Pulau Jawa angkanya relatif melandai," jelasnya.

Demi mencegah perpindahan lonjakan kasus, kata Doni, Satgas Covid-19 telah menyiapkan alat tes antigen untuk memastikan masyarakat pelaku perjalanan dari Pulau Sumatera yang masuk ke Pulau Jawa bebas dari Covid-19.

"Ada stock di BPKP sebanyak 50.000 antigen, kemudian milik Dinkes Provinsi Lampung 12.000 sudah terdistribusi, dan sudah dalam pelayaran dari Pelabuhan Merak menuju ke Pelabuhan Bakauheni sebanyak 200.000 rapid test antigen. Jadi kami yakin dengan jumlah tersebut akan bisa memadai," ungkap Doni.

Siapkan Tempat Isolasi

Doni mengatakan, pelaku perjalanan dari Sumatera ke Jawa yang didapati reaktif Covid-19 akan dikarantina. Beberapa tempat disiapkan Satgas setempat, seperti wisma atau rusun yang tersebar di wilayah itu.

"Jadi mereka yang reaktif setelah diperiksa swab antigen akan dibawa ke ruang isolasi. Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan beberapa fasilitas tempat isolasi yaitu wisma dan juga rusun yang ada," tegas Doni.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Ditto Radityo [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini