Cegah Covid-19, Kemenag Imbau Tak Takbir Keliling dan Open House saat Lebaran

Minggu, 9 Mei 2021 16:06 Reporter : Supriatin
Cegah Covid-19, Kemenag Imbau Tak Takbir Keliling dan Open House saat Lebaran Malam takbiran di Tanah Abang. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Kementerian Agama kembali mengimbau umat Islam di Indonesia tidak melakukan takbir keliling pada malam Lebaran Idulfitri 2021. Takbiran sebaiknya dilaksanakan di masjid atau secara virtual.

"Kami menyampaikan bahwa malam takbir atau takbiran itu dimungkinkan untuk dilaksanakan tetapi hanya 10 persen dari kapasitas masjid atau musala. Kemudian takbir keliling itu sama sekali tidak diperkenankan," kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamarudin Amin dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Minggu (9/5).

Kementerian Agama juga melarang pelaksanaan salat Idulfitri di masjid atau lapangan untuk wilayah berstatus zona merah dan oranye. Sementara untuk wilayah zona hijau dan kuning, diperbolehkan melaksankan salat Idulfitri dengan memperhatikan protokol kesehatan.

"Kemudian kami juga menyampaikan agar silaturahim Idulfitri dilakukan bersama keluarga terdekat dan tidak menggelar kegiatan open house, halal bihalal di lingkungan kantor atau komunitas," tegasnya.

Menurut Kamarudin, larangan ini hanya bersifat imbauan. Dia menegaskan, Kementerian Agama tidak memiliki kewenangan untuk memaksa umat Islam di Indonesia untuk mengikuti imbauan tersebut.

"Kami hanya memiliki kemampuan persuasif, menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat dan ketika ada hal-hal yang tidak mematuhi protokol kesehatan maka harus ada kerja sama dengan Satgas Covid-19 dan Pemda," tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan meminta umat Islam di Indonesia yang berada di zona merah atau berisiko tinggi terhadap Covid-19 untuk melaksanakan salat Idulfitri 2021 di rumah. Dia mengingatkan, salat Idulfitri di masjid atau lapangan berisiko menimbulkan kerumunan sehingga meningkatkan penularan Covid-19.

"Sekali lagi, salat Idul Fitri ini karena akan menimbulkan kerumunan, karena akan menimbulkan kelompok masyarakat yang berbondong-bondong ke lapangan, maka kita utamakan untuk salat di rumah saja bersama keluarga terutama di daerah-daerah yang sudah dinyatakan masih (zona) merah," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Jumat (23/4).

Amirsyah juga meminta umat Islam melakukan silaturahmi secara virtual saat merayakan Idulfitri 2021. Menurutnya, silaturahmi virtual tidak mengurangi esensi persaudaraan.

"Saya sendiri mempraktikkan itu selama satu bulan ramadan ini bertadarus lewat Zoom. Ini akan lebih meningkatkan suasana hangat di tengah keluarga dan terhindar dari kerumuann di tengah-tengah masyarakat," ujarnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini