Cegah Campak dan Difteri, Orang Tua Diimbau Tetap Imunisasi Anak Selama Pandemi

Senin, 8 Juni 2020 15:57 Reporter : Ronald
Cegah Campak dan Difteri, Orang Tua Diimbau Tetap Imunisasi Anak Selama Pandemi imunisasi difteri. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Selama pandemi Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia, layanan dan jadwal imunisasi bagi anak menjadi tertunda. Hal ini, harus menjadi perhatian ekstra bagi para orang tua. Sebab, anak yang belum dan atau tidak diimunisasi berpotensi terkena penyakit yang tidak kalah mengerikan daripada Covid-19.

Ketua Bidang Hubungan Masyarakat dan Kesejahteraan Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Hartono Gunadi mengatakan, ada dua jenis penyakit yang bisa menginfeksi anak-anak saat belum melaksanakan imunisasi. Yaitu campak dan difteri.

"Kita takut dengan Covid tapi sebenarnya yang lebih berbahaya adalah campak. Satu orang Covid bisa menularkan kepada 1,5 sampai 3,5 orang. Tapi campak, 1 orang sakit bisa menularkan ke 18 orang. Jadi dia lebih berbahaya daripada Covid," kata Hartono di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Senin (8/6).

Sementara Difteri, berpotensi mematikan seorang anak. Karena, katanya, ketika seorang anak sudah terinfeksi difteri maka bukan tidak mungkin bisa kepada tindakan bedah.

"Kalau anak sudah terkena sakit (difteri) maka saluran nafasnya akan tertutup selaput membran. Kalau tertutup anak tidak bernafas, bunyi ngorok. Kita harus membuat lobang," kata Hartono.

"Kalau selaputnya dicongkel dia akan berdarah banyak, anaknya bisa meninggal karena pendarahan. Makanya harus dilubangi lehernya, tenggorokannya," sambungnya.

Lebih parahnya, lanjutnya, obat untuk penyakit difteri ini tidak diproduksi oleh lembaga kesehatan di Indonesia. Sehingga, obat tersebut harus di impor dan memerlukan waktu yang lama untuk mendapatkannya dimasa seperti ini.

Oleh karenanya, ia menyarankan para orang tua untuk tetap membawa anak-anaknya ke posyandu atau puskesmas meskipun sudah melewati masa jadwal yang ditentukan.

"Misalnya, anaknya umur 9 bulan nih sekarang, kemarin belum dapat imunisasi difteri ketiga, jadi bisa sekalian. 9 bulan, bisa dapat imunisasi campak atau MR dan imunisasi difteri tadi. Imunisasi diberikan bersamaan. Jadi suntik kiri kanan. Jangan khawatir, suntik dua kali enggak masalah. Banyak anak-anak yang sudah mengalami beberapa imunisasi sekaligus. Bawa ke posyandu, puskesmas untuk melengkapi imunisasi," pungkasnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Imunisasi
  3. Kesehatan Anak
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini