Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cari Solusi Konflik Wadas, DPR Usul Pemprov Jateng & Warga Kontra Saling Terbuka

Cari Solusi Konflik Wadas, DPR Usul Pemprov Jateng & Warga Kontra Saling Terbuka Ganjar Pranowo bertemu warga yang kontra di Desa Wadas. ©Instagram/@ganjar_pranowo

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani mendukung langkah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berdialog dengan warga Desa Wadas, Purworejo. Menurut Arsul, semua pihak harus terbuka mencari alternatif bersama melalui dialog.

"Prinsipnya masing-masing perlu terbuka mencari alternatif yang baik dan tidak berangkat dari posisi 'pokok'-nya, sehingga dialog bisa jalan," ujar Arsul kepada wartawan, Rabu (16/2).

Pemerintah provinsi Jawa Tengah dan warga Wadas kontra terhadap pembangunan diminta untuk membuka dialog. Arsul menyarankan peran tokoh masyarakat dan agama dilibatkan menyelesaikan kasus Wadas.

"Kami berharap baik pemerintah maupun warga yang menolak terus membuka komunikasi baik langsung atau melalui aktivis atau ulama tertentu seperti kiai Abdul Azis itu," kata politikus PPP ini.

Arsul menyebutkan, resolusi akan lahir melalui ruang-ruang dialog. Dia berharap komunikasi yang terjadi diwujudkan melalui kebijakan.

"Tentu yang diharapkan adalah tindak lanjut dari kebijakan mendengarkan semua pihak," kata Arsul.

Temuan Komisi III DPR

Komisi III DPR RI mengungkap temuannya dari hasil kunjungan ke Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, terkait konflik pertanahan. Temuan ini berdasarkan pertemuan dengan warga, perwakilan LBH, gubernur, Kapolda, Pangdam, Badan Pertanahan Nasional Jawa Tengah, serta Balai Besar Wilayah Sungai.

Komisi III menemukan sebagian warga di Desa Wadas telah setuju lahannya dialihfungsikan menjadi penambangan. Namun ganti ruginya belum jelas.

Sebagian warga menolak kegiatan penambangan batu kuari andesit untuk proyek Bendungan Bener. Sebabnya aktivitas penambangan ini dinilai merusak kelestarian lingkungan dan mengganggu mata pencaharian warga setempat dalam jangka panjang.

"Warga berpendapat bahwa pertambangan ini akan merusak kelestarian lingkungan dan mengganggu mata pencaharian warga setempat secara jangka panjang," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa dalam laporan kunjungan yang diterbitkan Senin (14/2).

Aksi penolakan warga berujung tindakan respresif dari aparat kepolisian. 8 Februari 2022 terjadi penangkapan dan tindakan kekerasan penangkapan oleh orang berpakaian preman/sipil terhadap warga dan aktivitas LSM. Warga dan aktivis ditangkap dibawa ke Polsek Bener dan Polres PUrworejo tanpa disertai surat kelengkapan yang sesuai KUHAP. "Selanjutnya setelah lebih dari 24 jam dikembalikan ke rumah masing-masing," tulis Desmond.

Menurut temuan Komisi III, warga yang ditangkap tidak mendapatkan bantuan hukum, kuasa hukum warga yang mendampingi juga ditangkap meski sudah dilengkapi dengan kuasa dan kartu advokat.

Komisi III juga menemukan tidak ada bentrok antara warga yang pro dan kontra seperti yang diberitakan dan menjadi pernyataan Polda di media massa.

Kunjungan Ganjar ke Wadas

Pada Minggu (13/2), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kembali berkunjung ke Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo. Kali ini dia menemui para warga yang kontra terhadap penambangan tersebut.

Hari itu, Ganjar datang sendiri tanpa pengawalan aparat kepolisian. Dia disambut hangat oleh masyarakat yang sudah menunggu di Masjid Nurul Huda. Tak ada ketegangan sama sekali dalam pertemuan itu.

Diskusi antara Ganjar dan warga pun digelar usai salat zuhur. Dia mengawali sambutan dengan meminta maaf kepada warga Wadas atas kejadian yang kurang menyenangkan pada Selasa (8/2).

"Saya minta maaf atas peristiwa yang terjadi, makanya saya datang ke sini secara langsung. Yang kedua, saya ingin mendengarkan langsung dari masyarakat mengenai persoalan yang ada. Saya juga ingin takziah karena mendengar ada sesepuh Desa Wadas yang meninggal," kata Ganjar.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP