Cari data Johannes Marliem, Menlu telepon dubes tiga kali sehari

Selasa, 15 Agustus 2017 20:44 Reporter : Rizky Andwika
Cari data Johannes Marliem, Menlu telepon dubes tiga kali sehari johannes marliem. ©facebook.com

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi mengaku terus berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di Amerika Serikat terkait kematian Johannes Marliem. Kementerian Luar Negeri juga tengah mencari tahu status kewarganegaraan Johannes.

"Dubes kita terus berkomunikasi dengan otoritas setempat mengenai masalah kasus kematian ini termasuk adalah mengenai masalah status kewarganegaraan," kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/8).

Pengakuan Retno, dalam sehari, dia tiga kali menelepon Dubes RI untuk Amerika Serikat Budi Bowoleksono. Ini dilakukan untuk segera mendapat data mengenai status kewarganegaraan Johannes.

"Karena konfirmasi mengenai status kewarganegaraan sangat penting bagi kita tuk melangkah selanjutnya," ujarnya.

Status kewarganegaraan Johannes Marliem simpang siur. Retno dibuat bingung. Sebab, ada data yang mencatat Johannes berkewarganegaraan Indonesia. Ada pula data yang mencatat Johannes berkewarganegaraan Amerika Serikat.

"Saya bertanya atau berkomunikasi dengan Menkum HAM, dari data Menkum HAM, data perlintasan yang bersangkutan memegang paspor Indonesia. Tapi ada data lainnya yang mengatakan bahwa yang bersangkutan almarhum ada warga negara Amerika," ujar Retno.

Johannes Marliem tewas pada 10 Agustus di rumahnya kawasan Los Angeles, Amerika Serikat. Marliem merupakan penyedia produk automated finger print identification system (AFIS) merek L-1 untuk proyek e-KTP, seperti yang disebutkan dalam dakwaan Sugiharto dan Irman.

Washington Post melaporkan, Marliem tewas setelah terjadi perselihan dengan polisi. Marliem tewas dengan luka tembak di kepala. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini