Cara Unik Politikus Senior di Solo Dukung KPK, Jalan Kaki dan Gelar Aksi Sendiri

Senin, 7 Desember 2020 20:35 Reporter : Arie Sunaryo
Cara Unik Politikus Senior di Solo Dukung KPK, Jalan Kaki dan Gelar Aksi Sendiri Habib Hasan Mulachela demo sendirian. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Tokoh politik senior zaman Orde Baru asal Solo, Habib Hasan Mulachela menggelar aksi jalan kaki dan demonstrasi tunggal Plaza Manahan, kompleks Stadion Manahan, Senin (7/12). Mantan anggota DPRD Kota Solo asal PPP itu meluapkan kegembiraannya atas kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa hari terakhir.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir, KPK menangkap dua menteri dari dua partai politik besar. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang merupakan politikus Gerindra ditangkap pada 25 November atas dugaan korupsi ekspor benih lobster.

Kemudian Menteri Sosial Juliari Peter Batubara menyerahkan diri Minggu (6/12) dinihari sebelum ditangkap. Politikus PDIP itu diduga menyunat anggaran paket bantuan Covid-19 untuk masyarakat kurang mampu.

"Saya bangga dan sangat mengapresiasi kerja KPK, saya dukung KPK. Hanya dalam waktu beberapa hari bisa menangkap 2 menteri yang korup," kata Hasan.

Dalam aksi tersebut, Hasan membentangkan poster bertuliskan "Dukung KPK Berantas Korupsi". Aksi tersebut mengundang perhatian dari para pengguna jalan di sekitar Manahan.

Hasan menyampaikan, beberapa bulan lalu bangsa Indonesia dihebohkan adanya demonstran yang berujung anarki. Dan bahkan aksi demo yang dilakukan masyarakat dan mahasiswa tersebut merusak fasilitas umum. Yakni saat pembahasan revisi UU KPK.

"Saya yakin demonstran dulu itu ada yang menggerakkan. Mereka seolah tidak percaya dengan revisi UU KPK karena dianggap dapat melemahkan kinerja KPK menangkap koruptor," katanya.

Namun yang terjadi sekarang, lanjut dia, apa yang dikhawatirkan para demonstran itu tidak terbukti. Menurutnya, revisi UU KPK yang diusulkan pemerintah dan disahkan DPR tetap membuat kerja KPK kuat dalam memberantas korupsi.

"Ditangkapnya dua menteri serta beberapa pejabat daerah dalam OTT (Operasi Tangkap Tangan), ini bukti nyata jika KPK tidak dilemahkan," tandasnya.

Untuk itu ia mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi. Pemerintah sangat membenci korupsi dengan mengusulkan revisi UU KPK.

"Jadi harus kita dukung KPK dan bukti kinerja bisa kita rasakan bersama," pungkas dia. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. KPK
  3. Surakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini