Cara Kemenkes Lacak dan Deteksi Hepatitis Akut di Indonesia

Selasa, 24 Mei 2022 05:03 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Cara Kemenkes Lacak dan Deteksi Hepatitis Akut di Indonesia Anies Baswedan tinjau vaksinasi anak usia 6-11 Tahun. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjaga akurasi perhitungan jumlah kasus hepatitis akut misterius pada anak di bawah usia 16 tahun menggunakan sistem ‘big data’ New All Record (NAR) yang terafiliasi dengan jaringan laboratorium di Indonesia.

"Apakah jumlah kasus 'under counting' seperti Covid-19 pada awal dulu, kita sudah siasati dengan pemeriksaan NAR," kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono saat sesi tanya jawab dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (23/5).

Dia mengatakan, NAR selama pandemi Covid-19 telah digunakan pemerintah untuk menampung hasil pemeriksaan laboratorium pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia.

Hingga saat ini, sudah ada 742 laboratorium yang terafiliasi dengan Kemenkes dan memasukkan data ke dalam NAR. Data siapapun yang melakukan tes Covid-19 atau vaksinasi di tempat tersebut, akan dimasukkan ke dalam sistem NAR.

Wamenkes melaporkan hingga saat ini terdapat 14 kasus diduga hepatitis akut yang ditemukan hingga 20 Mei 2022 di Indonesia. Sebanyak empat kasus di antaranya dilaporkan meninggal. Sedangkan sisanya masih dalam perawatan dan observasi laboratorium.

2 dari 3 halaman

Ciri Hepatitis Akut

Menurut dia, penyebab hepatitis akut belum diketahui. Namun, ciri-ciri yang ditemukan pada penderita di Indonesia umumnya kulit berwarna kuning, urine berwarna seperti teh, demam dan lemas.

Dia mengatakan, tiga kasus pertama di Indonesia ditemukan pada 27 April 2022. Ketiganya adalah anak-anak usia di bawah 16 tahun dan seluruhnya telah meninggal dunia.

Laporan kasus hepatitis misterius pada anak melalui sistem NAR kemudian berlanjut pada proses penyelidikan epidemiologi Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mendeteksi pola spesifik tertentu pada hepatitis akut misterius.

Saat ini, Kemenkes memiliki total ada 38 alat WGS, terdiri atas 14 unit alat bantuan dan 24 unit alat hasil pengadaan barang Kemenkes RI.

"Sebanyak 24 unit alat WGS dari dana global fund 22 juta US dolar, sepenuhnya digunakan untuk pembelian alat WGS," katanya.

3 dari 3 halaman

Kualifikasi Kasus

Menurut dia, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah memberikan panduan terkait definisi kasus tersebut. Di antaranya discarted di mana virus hepatitis A, B, C, D dan E terdeteksi atau muncul etiologi lain yang terdeteksi.

"Kita bisa tunjukkan bahwa ada 19 kasus yang akhirnya jadi discarted. Mereka laporkan kasus kuning pada anak, tetapi karena diketahui penyebabnya akhirnya discarted karena hepatitis biasa, ada leukimia, karena obat dan sebagainya," katanya.

Definisi kasus lainnya adalah ‘pending classification’ karena sedang menunggu hasil laboratorium untuk hepatitis A-E. SGOT/SGPT (radang hati) di atas 500 IU/L, pasien berusia di bawah 16 tahun.

Selanjutnya definisi Epi-Linked di mana virus non hepatitis A-E, segala usia, atau kontak erat dengan kasus probable sejak 1 Oktober 2021.

Definisi yang paling mendekati hepatitis akut misterius saat ini adalah probable yang dibuktikan dengan hasil laboratorium non hepatitis A-E, SGOT/SGPT di atas 500 IU/L, usia di bawah 16 tahun dan kasus terjadi sejak 1 Oktober 2021.

"Untuk definisi kasus konfirmasi hingga kini sedang diteliti oleh para pakar kesehatan," jelas Dante.

Baca juga:
Pemerintah Bakal Bentuk Satgas Hepatitis Akut Jika Kasus Merebak Cepat
Dokter UI Beberkan Fase Penularan Hepatitis Akut, Diawali Diare hingga Kejang
Dokter Jelaskan Fase-Fase Penyakit Hepatitis Akut Berat, Kenali Gejalanya Berikut
Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut
Kemenkes: Hepatitis Akut Kecil Menjadi Pandemi karena Tak Ganggu Aktivitas Masyarakat
DPR: Anak Bergejala Hepatitis Akut Segera Dibawa ke RS, Jangan Tunggu Memburuk

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini