KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Cara Bupati Suharsono ciptakan ribuan lapangan kerja di Bantul

Selasa, 11 April 2017 15:38 Reporter : Ibnu Siena, Anwar Khumaini
Bupati Bantul Suharsono. ©2017 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Belum lama ini tim merdeka.com berkesempatan melakukan wawancara dengan Bupati Bantul Suharsono saat sedang berada di Jakarta. Dengan tampilannya yang sederhana, Suharsono menjawab panjang lebar lebar pertanyaan kami.

Mulai dari awal mula terpilih sebagai Bupati Bantul, hingga program-program kerja yang sedang dan akan dilaksanakan. Berbeda dengan daerah-daerah lain yang justru kebanyakan mal, di Bantul ternyata sama sekali belum ada pusat perbelanjaan setara dengan mal.

Padahal menurut Suharsono, mal diperlukan untuk menambah lapangan kerja warga lokal serta membuat perekonomian Bantul makin menggeliat.

"Saya tahun 2016 kemarin membangun lima pasar tradisional, sudah saya resmikan dengan biaya Rp 12 miliar. Tahun 2017 ini tujuh pasar tradisional. Saya hanya mencegat di perbatasan, saya ingin bangun mall di sana saja. Investor juga boleh ke sini (Bantul)," kata Suharsono mengawali obrolan dengan merdeka.com di rumah dinasnya saat masih aktif sebagai polisi di kawasan Ciledug, Jakarta Selatan.

Tujuan Suharsono ingin membangun mal di Bantul bukan berarti untuk mematikan pasar tradisional atau pun pasar-pasar rakyat. Toh dia mengaku sudah membangun banyak pasar tradsional saat awal-awal menjabat sebagai Bupati Bantul. Tiap weekend, Suharsono harus jauh-jauh ke kota Jogja demi untuk mengajak cucunya ke mal. Di Jogja sendiri, mal sudah menjamur di setiap sudut kota.

"Saya kan tiap Minggu ngajak jalan-jalan cucu saya ke mal, yang karyawannya banyak dari Bantul. Kalau bangun (mal) di Bantul, orang-orang kan jadi tidak perlu kerja jauh-jauh, cukup di Bantul. Saya buka investor banyak dari luar, yang penting tenaga kerjanya 70-75 persen orang Bantul," janji Suharsono.

Berikut wawancara lengkap merdeka.com dengan Bupati Bantul Suharsono:

Bagaimana Anda menciptakan lapangan kerja di Bantul?

Saya buka kawasan industri di Piyungan, sudah menggarap 7 hektare dari yang sudah dipegang 105 hektare, dan rencana semuanya 335 hektare.

Bulan Mei nanti sudah mulai menerima tenaga kerja, ada sekitar 500 lebih orang Bantul, dari minimal sekiar 300 orang. Berarti kalau 335 hektare bisa sampai puluhan ribu. Gajinya juga sesuai UMR. Anak-anak Bantul nanti tidak perlu kerja di Tangerang, Bekasi, di Batam. Cukup di Bantul. Saya ingin membangun itu semua (mal), tapi dipersulit dikira yang lain. Saya punya wacana ini malah dipersulit DPR, eh sekarang malah keduluan dibangun Superindo dan Alfamidi besar sekali di Jalan Bantul. Kalau saya juga bikin hanya diperbatasan. Saya enggak akan bikin minimarket dan mal itu di Kota Bantul, saya akan larang keras.

Bupati Bantul Suharsono 2017 merdeka.com/imam buhori

Siapa yang mengusung Anda di Pilkada lalu?

Saya melawan petahana. Saya bukan dari PDIP. Saya melawan PDIP. Saya diprediksi paling dapat 20 persen suara. Apalagi dari background polisi. Saya waktu itu bisa maju juga di detik-detik akhir, karena tidak ada wakil. Kalau maju tidak ada wakil kan enggak bisa. Akhirnya koalisi dengan PKB dan Gerindra, saksinya pakai PKS. Saya pertamanya daftar PDIP, wawancara tapi enggak lulus.

Yang wawancara waktu itu Idham Samawi, mantan petahana. Karena waktu itu pas saya mau maju, istri pak Idham juga maju. Kan tidak mungkin istrinya tidak diluluskan, saya kalah. Padahal wawancara itu adalah kerjaan saya. Saya kan lulusan psikologi, kerjaannya mewawancarai orang. Kalau mau masuk AKABRI atau Lemhannas sekalipun saya yang wawancara. Waktu wawancara itu, yang wawancara saya (Idam Samawi) sambil nunjuk-nunjuk gitu. Nah saya juga sudah tahu enggak akan lulus, ya saya jawab dengan nunjuk-nunjuk juga. Waktu itu saya sudah pensiun, sebulan setelah pensiun saya langsung daftar.

Yang mendukung PKS dan Demokrat. Mereka tidak ada yang berani. Saya ajak saksi PKS karena bagus. Saya juga waktu itu sebenarnya tidak harus menang, yang penting jujur, transparan. Saya 53 persen sekian, lawannya 46 persen sekian. Saya unggul 28 ribu suara. Kalau ukuran Bantul itu termasuk banyak sekali.

Dan itu enggak ada yang mau jadi wakil saya, terakhir-terakhir saya maksa. Ya saya maksanya gini, "saya engga punya uang sedikit pun' Ya sudah saya kursinya saja. Jadi saya pakai PKB kursinya tambah 4, jadi 10. Minimal kan 9. Kalau PDIP sudah punya 12, dia maju sendiri saja bisa. Kalau saya harus koalisi. PDIP juga koalisi dengan Golkar dan PPP. Tapi PPP laskar-laskarnya mendukung saya. Dari 17 PAC 14-nya milih saya.

Tapi massa PPP banyak yang milih Anda?

Karena laskarnya banyak teman saya. Dulu muda saya pebalap motor trail, jadi banyak yang kenal saya. Saya kan asli Bantul. Saya dulu banyak teman yang sekarang kiai, preman juga ada. Jadi saya bisa masuk di preman bisa masuk di kiai. Siapa saja dulu saya temani.

Kalau sama kiai ya bicaranya saya menyesuaikan, santunkan. Kalau dengan preman bicara saya keras, karena apa? Supaya mereka tidak merasa digurui. Kalau pada minum-minum ya saya beli, tapi saya tidak minum. Saya juga tidak merokok sampai sekarang.

Kalau di sana anak-anak mudanya sekarang minuman kerasnya banyak yang dicampur oplosan, ada yang campur Baygon, spirtus. Makanya, visi misi saya ingin memberi kesibukan untuk anak-anak muda di Bantul. Kenapa saya terbuka ada investor di sini. Saya sudah bilang tadi, sudah mulai buka ratusan tenaga kerja. Nanti kalau sudah selesai semua 335 hektare, puluhan ribu tenaga kerja akan ada di situ. Tidak hanya pasar, tapi juga kawasan industri. UMR di

sini juga sudah Rp 1,4 juta lebih, sebelumnya hanya Rp 1,2 juta. Nah, saya itu hanya ingin mensejahterakan rakyat di Bantul. Nanti saya akan undang investor-investor masuk ke sini, saya permudah izinnya tidak akan dipersulit. Kalau ada izin yang minta-minta duit, laporkan ke saya. Kalau ada oknum staff saya mempersulit izinnya, laporkan ke saya. Target saya itu secepatnya. Saya kalau punya keinginan itu ya secepatnya. Dari dulu saya enggak pernah tunda-tunda.

Terkait kerukunan antar umat beragama di Bantul sempat ada gesekan?

IMB rumah ibadah di sana sudah selesai semua. Protes patung yang kemarin juga sudah selesai. Itu kan patung sebelumnya sudah ada di area gereja itu, enggak izin ya enggak apa-apa, itu hanya aksesoris. Kecuali dia menambah bangunan apa gitu, ya harus izin baru. Saya didemo tiga kali mengizinkan gereja Kristen. Ya saya selesaikan setelah bertahun-tahun enggak rampung. Saya tiga bulan beres.

Saya juga sudah terbiasa menangani kasus-kasus seperti tu, malah lebih besar. Saya kan lima setengah tahun di Polda Metro Jaya. Kasusnya Tommy Soeharto dulu, kasusnya dukunnya Gus Dur, Suwondo Nainggolan itu saya yang menangani. Kasus-kasus besar jadi sudah biasa, kasus-kasus kecil pembunuhan ya hampir tiap hari.

Pihak-pihak yang intoleran saat ini di Bantul sudah sedikit. Saya sudah pekerjakan sesuai aturan yang ada. Yang penting mempekerjakan itu sesuai aturan perundang-undangan. Ini yang saya lakukan. Kita kerja kalau sesuai aturan ya jangan takut-takut.

Saya bilang, semua agama saya bikin adil semua. yang penting agama itu diakui legalitasnya oleh pemerintah. Kalau diakui negara wajib kita untu saling menghormati. Kan undang-undang dalam pasal 8 ayat 3 itu kan tertera kita sebagai warga negara harus saling menghormati keyakinan yang lain. Saya juga mengedepankan kebhinekaan.

Saya berkaca dengan Jakarta, butuh pembanding. Di Jakarta ribut Ahok soal agama, saya mau di Bantul itu hidup rukun antarumat beragama. Pokoknya saya keras kalau kebhinekaan, sesuai aturan. Siapa pun saya lawan. Wong pas di Polda saja atasan saya lawan walaupun risikonya saya dipecat dari kerjaan. Sekarang tempat-tempat ibadah di Bantul saya buat aturannya izin pembangunannya lebih mudah dan gratis. Supaya, anak cucu kita nanti beribadah biar tenang, enggak ada ini itu.

Saya mau memberdayakan anak-anak Bantul, PAD-nya bisa masuk ke Bantul, pajak-pajaknya. Ya ingin mempekerjakan anak Bantul karena anak Bantul kalau enggak ada kesibukan pada minum-minuman oplosan, main judi. Nanti mau juga bikin car free day tahun ini mau saya mulai. Tiap hari Minggu warga pada bisa olahraga. Terus dagang-dagang pasar saya suruh keluarkan, nanti saya borong, sudah dianggarkan.

Bupati Bantul Suharsono 2017 merdeka.com/imam buhori

Infrastruktur yang sudah jalan sejak bapak memimpin?

Kalau tahun kemarin, saya masih meneruskan Bupati sebelumnya. Misalnya, yang lama bikin jalan dan bangun jembatan. Baru tahun 2017 ini baru keluar program kerja dan anggarannya. Kalau malam nanti jalan-jalannya saya terangi, saya bangun trotoar untuk pada jualan makanan khas bantul, mirip di Malioboro. Kalau hotel-hotel saya baru bikin Perda dan sudah dizinkan pak Sultan, karena Sleman sudah penuh (hotel).

Saya mau bikin, tapi investor banyak yang minta pembangunannya minimal 10 lantai. Sehingga ini lagi proses lagi bikin Perda. Mudah-mudahan banyak bikin hotel sendiri. Gabusan juga saya mau bikin, pasar seni.

Karena pusat kebudayaan kan ada di situ. Sejak kepemimpinan saya, saya pisah. Dulu kan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, sekarang pariwisata sendiri kebudayaan sendiri. Jadi kita fokus untuk bangun pariwisatanya dan kebudayaannya.

Kebetulan kebudayaan anggarannya banyak, kita bisa menyerap anggaran dari provinsi Dana IS (Istimewa). Karena sudah dipisah Bantul dapat dana Rp 41 miliar untuk kebudayaannya saja. Padahal tahun kemarin hanya Rp 4,5 miliar.

Nah mau saya besarkan. Saya mau bikin kios-kios kesenian atau kerajinan yang ada di Bantul. Ada juga kuliner asli Bantul. nanti di sana saya ingin sediakan halaman yang luas, parkir mobilnya besar.

Biar orang masuk di situ, jadi bus-bus yang mau ke Pantai Prangtritis saya suruh parkir di situ, biar transit di situ sebentar. Beli apa enggak ya enggak apa-apa, kan mereka sudah lihat kerajinan batik, patung, wayang, atau makanan tradisional.

Parangritis juga mau dibangun hotel, kan ada aset negara 205 hektare, investornya sudah masuk, sudah meninjau ke sana. Nanti ada hotel, ada lapangan golf. Termasuk mau ada bandara baru. Saya sudah diperintah pak Sultan, gimana caranya pantai selatan itu menarik wisatawan.

Jangan sampai dari bandara langsung ke borobudur, jangan sampai ke bantul hanya mampir. Jadi kalau bisa menetapnya wisatawan di Bantul. Pak Sultan sendiri yang bilang bagaimana caranya itu supaya jadi. Bantul bagus sekali (untuk wisatawan).

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bantul dibanding daerah lain?

Sleman tetap paling besar di kabupaten, kedua Bantul. Alhamdulilah kepemimpinan banyak penghargaan dari Kementerian Keuangan, saya menjadi narasumber bersama Ibu Risma

Triharini soal pengelolaan terbaik seluruh Indonesia. Kalau yang 9 besar itu akuntabilitas kinerja dari Kemenpan-RB.

Berikut daftar penghargaan Bupati Bantul:

- Piagam Penghargaan dari BPJS Kesehatan karena telah menjaminkan rakyatnya sehat dan sejahtera melalui integrasi Jamkesda dalam Pro gram JKN-KIS. Diterima pada 21 November 2016.

- Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI atas Keberhasilannya Menyusun dan Menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2015 dengan Capaian Standar Tertinggi dalam Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah. Diterima dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati.

- Penghargaan dari Menteri Dalam Negeri RI atas Prestasi Kinerja dengan Predikat Sangat Tinggi dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Diterima dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Jakarta pada April 2016.

- Penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi atas pelayanan yang ada di Dinas Perijinan Kabupaten Bantul sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Di terima di Pekanbaru pada 9 Desember 2016.

- Kabupaten Bantul sebagai Kabupaten Terbaik Dalam Peringkat Top Ten Indeks Pariwisat Indonesia. Diterima dari Menteri Pariwisata Dr Ir Arief Yahya pada 6 Desember 2016.

- Pada 17 Oktober 2016 Pemerintah Kabupaten Bantul mendapatkan Piagam Bhumandala Award dengan Juara Harapan II Simpul Jaringan Informasi Geospasial dari Badan Informasi Geospasial. Diterima di Cibinong.

- Penghargaan dari Kementerian Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi dengan predikat BB atas AKIP Kabupaten Bantul. Diterima dari Menteri PAN RB di Jogja pada 6 Februar 2017.

- Pemkab Bantul mendapatkan penghargaan ASEAN Home Stay Award, diterima 20 Januari 2017 dalam acara ASEAN Tourism Forum 2017 di Singapura. [hrs]

Topik berita Terkait:
  1. Bantul
  2. Jakarta
  3. Highlight

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.