Candi Borobudur tak terawat, banyak patung Buddha tak utuh

Jumat, 16 Mei 2014 03:52 Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi
Candi Borobudur tak terawat, banyak patung Buddha tak utuh Perayan Waisak di Candi Borobudur. ©AFP PHOTO

Merdeka.com - Hari raya Waisak sepertinya belum sepenuhnya dapat dirayakan secara khusyuk oleh penganut Buddha. Candi Borobudur yang menjadi tempat suci umat Buddha dan pusat malam hening Waisak, kini kondisinya memprihatinkan.

Terkait itu, perwakilan umat Buddha Indonesia meminta dukungan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X untuk merenovasi Candi Borobudur yang rusak terutama pada beberapa patung Buddha.

"Kami menggandeng para rohaniawan Buddha dunia akan merenovasi Candi Borobudur yang kondisinya memprihatinkan, karena banyak kepala dan tangan patung Buddha yang hilang. Renovasi akan dimulai pada 2015," kata Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Soedjito Kusumo di Yogyakarta, Kamis (15/5). Demikian tulis Antara.

Usai bertemu Sultan, ia mengatakan Walubi siap menjembatani upaya melestarikan Candi Borobudur, termasuk bekerja sama dengan umat Buddha di seluruh dunia dan pemerintah. Walubi telah mendapat izin dari pemerintah maupun UNESCO untuk merenovasi candi tersebut.

Menurut dia, setelah mengantongi izin, Walubi kini sedang mencari donatur. Sampai saat ini umat Buddha dari Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Srilangka, dan Austria mendukung penuh upaya renovasi patung Buddha di Candi Borobudur.

"Kami fokus pada kondisi patung Buddha saja, selebihnya diserahkan kepada yang diberikan wewenang untuk merawat dan melestarikan Candi Borobudur. Seluruh umat Buddha dunia prihatin dengan kondisi patung Buddha yang ada di Candi Borobudur yang tidak sempurna."

Ia mengatakan melihat junjungannya yang tidak mempunyai kepala dan tangan itu seluruh umat Buddha dunia tergerak untuk merenovasi candi tersebut. Renovasi dilakukan untuk memperbaiki kerusakan terutama kepala dan tangan patung Buddha yang hilang.

"Candi Borobudur merupakan peninggalan Buddha dan salah satu dari tujuh keajaiban dunia, sehingga harus dilindungi. Oleh karena itu, umat Buddha dari berbagai negara ingin bekerja sama dengan semua pihak untuk merenovasi candi tersebut," katanya.

Sultan mengatakan untuk merenovasi Candi Borobudur perlu dikomunikasikan dengan pemerintah dan berbagai pihak berwenang.

"Sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, Candi Borobudur perlu dilindungi, sehingga jika ada upaya perubahan atau penambahan pada patung Buddha, perlu dikomunikasikan dengan pemerintah dan pihak berwenang," katanya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Perayaan Waisak
  2. Candi Borobudur
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini