Buya Syafi'i soal isu Reshuffle: Kalau banyak bongkar dia payah juga

Senin, 17 Juli 2017 13:49 Reporter : Rizky Andwika
Buya Syafii. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Ahmad Syafi'i Maarif (Buya Syafi'i) tak sepakat apabila Presiden Joko Widodo kembali melakukan reshuffle kabinet. Hal ini menanggapi adanya isu yang berhembus kencang apabila Presiden akan kembali melakukan bongkar pasang kabinet.

"Kalau terlalu banyak bongkarnya, dia payah juga. Ndak semua menteri itu jahat," kata Buya Syafi'i di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/7).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini mengakui ada menteri yang tak menunjukkan kinerja yang baik. Namun, bukan berarti Presiden harus menggantinya. Terlebih, pemerintahan tinggal menyisakan dua tahun lagi.

"Tinggal dua tahun lagi ini. Kalau terlalu banyak reshuffle, bongkar pasangnya nanti jadi apa kita," ujarnya.

Meski demikian, Buya menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden apabila memang merasa perlu mengganti para menteri. Dia mengatakan Presiden yang paling tahu mana menteri yang layak diganti atau pun yang layak untuk dipertahankan dalam Kabinet Kerja.

"Saya ndak tahu betul kinerjanya. Biar dinilai saja. Tetapi kalau enggak bisa dipertahankan. Kinerjanya kurang maksimal, bisa diganti," tukasnya.

Presiden Joko Widodo telah angkat suara terkait isu reshuffle. Dia menegaskan tak ada reshuffle dalam waktu dekat. Namun dia tak menutup kemungkinan akan kembali melakukannya. [eko]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.