Buya Syafii: Oegroseno tahu bintang tiga yang baik jadi Kapolri

Rabu, 28 Januari 2015 16:20 Reporter : Putri Artika R
Buya Syafii: Oegroseno tahu bintang tiga yang baik jadi Kapolri Wakapolri Komjen Oegroseno. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Tim Independen meminta Komjen Pol Budi Gunawan mundur dari pencalonan Kapolri. Ketua Tim Independen Buya Syafii Maarif melihat hal itu bisa saja terjadi.

"Yang paling bagus BG mundur dari pencalonan dan itu mungkin akan terjadi," kata mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1).

Buya menyatakan, masih ada jenderal di lingkungan Polri yang baik dan layak untuk dicalonkan menjadi Kapolri. Menurutnya, mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno yang masuk dalam Tim Independen mengetahui siapa saja jenderal bintang tiga Polri yang memiliki rekam jejak baik itu.

"Ada beberapa nama. Saya tidak mau ungkap di sini. Ada Pak Oegro tahu yang bintang-bintang tiga baik itu masih ada," katanya.

Dalam pertemuannya dengan Presiden Jokowi, Tim Independen memberikan sejumlah masukan dan segala pertimbangan untuk mengatasi kisruh antara KPK dan Polri. Anggota Tim Independen Imam Prasodjo mengatakan, pihaknya memberikan pertimbangan dan alternatif kepada presiden beserta dampak-dampak yang timbul jika salah satu dipilih.

"Alternatif A, konsekuensinya ini, alternatif B konsekuensinya ini, C ini. Enggak ada satu pun yang mulus, tentu ada dampak-dampak yang harus ditanggung," kata Imam usai bertemu dengan Jokowi di Istana Presiden.

Imam menegaskan, masing-masing alternatif memiliki dampak sendiri-sendiri. Seperti halnya bila Jokowi melantik Budi Gunawan yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK ataupun bila Presiden membatalkan Kalemdikpol itu sebagai Kapolri.

"Jadi kalau di A, misalnya, dia akan berhadapan dengan proses hukum, misalnya, kalau itu melanggar hukum kan akan ada dampak hukum. Tapi kalau itu strict hanya hukum yang dipertimbangkan, maka publik bagaimana, persepsi publik. Karena bisa menimbulkan persepsi yang salah tentang keputusan itu. Satu lagi mengenai masalah nurani," jelasnya. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini