Buru Residivis Pemilik 4,8 Kg Sabu, BNNP Sulsel Pantau Pintu Keberangkatan Bandara

Kamis, 24 Januari 2019 09:16 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Buru Residivis Pemilik 4,8 Kg Sabu, BNNP Sulsel Pantau Pintu Keberangkatan Bandara Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Polisi Idris Kadir. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Lelaki berinisial WP, eks narapidana kasus narkoba tangkapan tim BNNP Sulsel kembali dalam pengajaran karena ketahuan sebagai pemilik narkoba jenis sabu sebesar 4.825 gram atau 4,8 kilogram.

Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Polisi Idris Kadir, Rabu, (23/1) menjelaskan, setelah ditangkap dua pelaku dan disita sabu dalam beberapa bungkusan kecil seberat 4.825 gram atau 4,8 kg, pihaknya diback up tim Resmob Polda Sulsel langsung mengejar pemilik barang sesungguhnya yang berinisial WP, (40).

"WP ini adalah eks napi narkoba yang pernah kita tangkap, diproses yang ternyata kembali bermain di bisnis peredaran gelap narkoba. Namun ternyata saat rumahnya didatangi subuh-subuh, Selasa lalu, (22/1), yang bersangkutan sudah tidak ada bersama anak istrinya. Rumahnya di jl Tanjung Bunga sudah kosong," ujarnya.

Lelaki WP ini, kata Idris Kadir, setelah jalani masa hukuman di kasus yang sama, ternyata kembali lagi berbisnis narkoba. Dua kaki tangannya yang baru diringkus, Muslimin alias Messi , (27) dan Wisnu, (29) diberi upah masing-masing Rp 10 juta untuk menjemput dan menyimpan sabu seberat 4.825 gram atau 4,8 kilogram itu yang tadinya pas seberat Rp 5 kilogram.

Dibeberkan, WP ini yang memerintahkan Muslimin untuk menjemput sabu itu di rumahnya lalu Muslimin memberikannya ke Wisnu dan disembunyikan di semak-semak rawa pohon nipa di jl Pampang. Sabu itu terbungkus plastik hitam, diletakkan begitu saja di semak dan orang tidak akan mengira kalau itu sabu. WP ini pulalah yang memerintahkan Muslimin untuk melarikan diri ke Kabupaten Pangkep karena tahu soal sabu itu sudah bocor ke petugas namun berhasil diringkus.

Menyusul pengembangan ke Makassar, ditangkaplah Wisnu bersama barang bukti sabu ini. Muslimin masih di rumah sakit setelah dia dilumpuhkan saat berusaha kabur.

WP di akhir tahun 2015 lalu diringkus tim BNNP Sulsel di kios atau counter ponselnya di Makassar Trade Center (MTC) dengan barang bukti 9,50 gram sabu.

"Kita masih kejar lelaki WP ini, diperkirakan masih berada di wilayah Sulsel. Pintu bandara kita bloking karena besar kemungkinan dia dan keluarganya akan memilih jalur udara yang lebih cepat untuk melarikan diri," kata Brigjen Polisi Idris Kadir. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini