Buru Pembunuh Pasutri di Binjai, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Selasa, 23 Februari 2021 17:40 Reporter : Yan Muhardiansyah
Buru Pembunuh Pasutri di Binjai, Polisi Periksa Sejumlah Saksi Lokasi penemuan jasad pasutri di Kota Binjai. (istimewa)

Merdeka.com - Polisi masih mendalami kasus pembunuhan terhadap pasangan suami istri (pasutri), Sugianto (56) dan Astuti (59), yang ditemukan tewas mengenaskan di Perkebunan Tebu PTPN2 di Kota Binjai, Sumatera Utara, Senin (22/2). Sejumlah saksi dimintai keterangan untuk mengungkap pelakunya.

"Satreskrim Polres Binjai dibantu tim dari Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut masih bekerja di lapangan untuk mengungkap kasus pembunuhan sadis ini. Mohon waktu dan doanya agar kasus ini cepat terungkap," kata Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting, Selasa (23/2).

Dia memaparkan, sejumlah saksi sudah dimintai keterangan. "Yang kita periksa itu keluarga dan pedagang di Pasar Tavip, tempat kedua korban berbelanja sebelum ditemukan meninggal dunia," jelas Siswanto.

Sebelumnya, jasad Sugianto dan Astuti ditemukan di parit sekitar kebun tebu PTPN2, Kelurahan Tunggurono Kecamatan Binjai Timur, Senin (22/2) sekitar pukul 09.30 WIB. Astuti mengalami luka diduga akibat senjata tajam di leher dan sekitar wajah serta memar di kepala, sedangkan suaminya mengalami pecah kepala yang diduga akibat hantaman benda tumpul.

"Diduga merupakan korban pembegalan. Motifnya mengambil sepeda motor jenis Honda Vario serta barang berharga milik korban. Itu diambil oleh pelaku," ujar Siswanto.

Polisi menduga pelaku lebih dari satu orang. Dugaan ini diperkuat dari kondisi luka-luka yang dialami korban. "Yang suami badannya besar, tak mungkin tidak melakukan perlawanan. Istinya diduga ikut membantu, sehingga juga disabet pada bagian hidung dan dagu," jelas Siswanto.

Berdasarkan keterangan keluarga, Sugianto dan Astuti berboncengan untuk berbelanja ke Pasar Tavip Kota Binjai sekitar pukul 04.00 WIB. Namun hingga pukul 06.00 pasangan pedagang kelontong ini tidak kunjung pulang.

Putri mereka, Alika (19), gelisah ayah dan ibunya tak kunjung pulang. Dia memberi tahu paman dan abang iparnya untuk mencari.

"Mereka berangkat untuk mencari dan menyisir sepanjang jalan dari rumah hingga ke Pasar Tavip," ujar Siswanto.

Di Pasar Tavip, Alika bertanya ke pedagang yang dia kenal soal keberadaan ayah-ibunya. Seorang pedagang memastikan keduanya datang berbelanja dan sempat membeli jengkol sekitar pukul 05.30 WIB. "Selanjutnya keduanya kembali ke rumah," jelas Siswanto.

Pencarian dilanjutkan. Keluarga menyisir sepanjang Jalan Gajah Mada. Sekitar pukul 9.30 WIB, mereka melihat kedua korban tewas mengenaskan di parit dekat perempatan jalan kebun Dusun XII Kelurahan Tunggurono.

Kasus pembunuhan pasutri ini menjadi pembicaraan di media sosial. Namun, perbincangan justru bukan karena temuan jasad, melainkan informasi mengenai hilangnya tiga sepeda motor di sekitar lokasi kejadian saat polisi melakukan olah TKP.

Namun, polisi belum menerima laporan terkait tiga sepeda motor yang hilang itu. "Belum ada laporan kehilangan. Yang saya tahu kemarin itu, sepeda motor salah bawa. Sampai saat ini belum ada laporan kehilangan," jawab Siswanto. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini