Buron 5 Bulan, Terpidana Kredit Macet Bank SumselBabel Diciduk

Rabu, 6 Januari 2021 13:11 Reporter : Irwanto
Buron 5 Bulan, Terpidana Kredit Macet Bank SumselBabel Diciduk Ilustrasi borgol. shutterstock

Merdeka.com - Sempat buron selama lima bulan, terpidana kredit macet Bank SumselBabel (BSB) Palembang, Augustinus Judianto (50), kembali ditangkap tim gabungan Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan. Terpidana sempat divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Klas IA Palembang, tetapi Mahkamah Agung memutus bersalah dalam kasasi.

Kasi Penkum Kejati Sumsel Khairdirman mengungkapkan, terpidana diringkus tanpa perlawanan di tempat persembunyiannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/1) malam. Pihaknya beberapa kali melakukan penangkapan usai putusan MA namun terpidana berpindah-pindah lokasi.

"Tadi malam tim dari Kejati Sumsel dan Kejagung menangkap terpidana, sekarang masih di Kejari Jakarta untuk administrasi dan rapid tes antigen. Secepatnya dibawa ke sini dan akan ditahan di Lapas Pakjo Palembang," ungkap Khairdirman, Rabu (6/1).

Dia menjelaskan, kasus yang menjerat terpidana Augustinus berawal saat dirinya yang berstatus sebagai Komisaris PT Gatramas Internusa l mengajukan kredit modal kerja di BSB Palembang sebesar Rp30 miliar dengan jaminan tanah di Cianjur, Jawa Barat, senilai Rp15 miliar dan alat berat. BSB akhirnya mengucurkan dana pinjaman ke perusahaannya sebesar Rp13,5 miliar pada 2015.

"Setelah uang cair, terpidana tidak pernah membayar kredit. Dan akhirnya Pengadilan Tata Usaha Jakarta memutus perusahaan terpidana pailit," terangnya.

Kemudian, kasus ini berlanjut ke persidangan. Majelis hakim PN Palembang yang diketuai Erma Suharti menjatuhkan vonis bebas kepadanya pada 27 Februari 2020. Hakim menilai perkara ini tidak masuk dalam ranah pidana melainkan perdata.

"Ketika itu, majelis hakim melepaskan semua tuntutan karena menilai tidak terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Tipikor," kata dia.

Khairdirman menyebut pihaknya mengajukan kasasi ke MA dan dikabulkan dalam putusan Nomor : 2515/K/Pid.Sus/2020 tertanggal 14 September 2020. Terpidana Augustinus dikenakan Pasal 2 ayat (1), Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan vonis delapan tahun penjara, denda Rp200 juta dan pidana tambahan berupa membayar uang pengganti sebesar Rp13,4 miliar dan tambahan kurungan tiga tahun jika tidak membayar.

"Sejak putusan MA, terpidana Augustinus menghilang. Akhirnya kami lakukan pengintaian dan terpidana dapat ditangkap," pungkasnya. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Korupsi
  3. Palembang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini