Bupati Penajam Paser Utara Akui Sejumlah Wilayah Belum Ada Sinyal

Selasa, 15 Oktober 2019 10:18 Reporter : Saud Rosadi
Bupati Penajam Paser Utara Akui Sejumlah Wilayah Belum Ada Sinyal teknisi cek jaringan 3G dan 4G. ©2019 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana mengunjungi salah satu calon ibu kota negara baru di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, awal November 2019. Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud mengaku bersedia menjadi sopir Jokowi untuk mengecek infrastruktur di sana.

Rencana itu diungkap Jokowi saat melakukan video conference bersama Bupati PPU siang kemarin di sela peresmian Palapa Ring. Momen itu dimanfaatkan Abdul Gafur buat curhat ke Jokowi.

"Iya tadi saya sampaikan ke Bapak Presiden. Soal infrastruktur jalan, sampai dengan soal sinyal," kata Gafur dikonfirmasi merdeka.com, Senin (14/10).

Gafur mengatakan, Palapa Ring untuk menghubungkan internet dari Sabang sampai Merauke, bisa jadi solusi sinyal telekomunikasi di PPU.

"Harus jadi solusi soal sinyal di PPU. Semoga sudah bisa 5G, bukan 4G. Ada beberapa titik tidak ada sinyal seperti batas Sepaku di PPU dengan Kutai Kartanegara. Agar nanti, pembangunan infrastruktur ibu kota baru tidak terganggu sinyal," ujar Gafur.

Gafur menerangkan, Jokowi bakal ke PPU di awal November 2019 mendatang. "Saya siap untuk menyupiri Pak Presiden. Keliling PPU, melihat infrastruktur. Karena jalan provinsi rusak, begitu juga jalan-jalan di desanya rusak sekali," tambah Gafur.

Gafur menerangkan, menyambut ibu kota negara baru, segala sesuatu memang mesti dipersiapkan di PPU. "Jadi harus diburu, anggarannya harus lebih besar karena dalam 3 tahun ke depan mesti selesai, dimulai tahun 2020," terang Gafur.

Selain itu, Gafur juga berharap pemerintah bisa membangun kantor Syahbandar di PPU. "Kapal off shore itu kan adanya di Penajam. Perusahaannya tidak berkantor di PPU, karena Syahbandarnya di Balikpapan. Itu juga mengganggu PAD (Pendapatan Asli Daerah) kami," ungkap Gafur.

"Memang jalan rusak, itulah. Perlu atensi, tidak hanya Pemprov Kaltim, tapi juga pemerintah pusat. Jadi, kami ingin sebenarnya mengikuti IKN ini bukan soal jalan, tapi penerangan juga harus ada, trotoar juga mesti bagus. Saya akan bicara langsung ke Bapak Presiden, saat kunjungan ke PPU nanti," demikian Gafur. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini