Bupati Kutim Raih Penghargaan Anugerah Kihajar 2019 dari Kemendikbud

Senin, 18 November 2019 09:20 Reporter : Anwar Khumaini
Bupati Kutim Raih Penghargaan Anugerah Kihajar 2019 dari Kemendikbud Bupati Kutim Memperoleh Penghargaan Anugerah Kihajar 2019. ©2019 Humas Pemkab Kutim

Merdeka.com - Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menorehkan prestasi. Di bidang pendidikan, kabupaten yang dipimpin oleh Bupati Ismunandar tersebut mendapatkan Anugerah Kihajar 2019 yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Penghargaan yang diserahkan oleh Sekjen Kemendikbud, Didik Suhardi tersebut diterima langsung oleh Bupati Kutim Ismunandar. Acara serah terima penghargaan berlangsung di Rafflesia Ballroom, Balai Kartini, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Usai meraih penghargaan tersebut, Bupati Kutim Ismunandar mengaku bersyukur dan tak percaya. "Inilah mungkin penilaian kawan-kawan dari jakarta. Saya nggak nyangka apa yang kita lakukan dapat penghargaan. Saya dari awal, jangan sampai anak-anak kami gagal paham dan ketinggalan literasi digital," ujar Ismunandar kepada merdeka.com usai mendapatkan penghargaan Kihajar 2019.

©2019 Humas Pemkab Kutim

Kabupaten Kutim, saat ini menurut Ismunandar sudah mulai dengan industri 4.0. Di era digital ini, Ismunandar tidak ingin anak-anak sekolah tidak melek teknologi. "Karena ini sudah era digital. Kita sudah mulai pelatihan guru-guru, kemudian membuat role model sekolah, anak-anak kita harus melek literasi digital," ujarnya.

"Ini (penghargaan) yang pertama di bidang pendidikan dan kami tidak pernah terpikir dapat penghargaan ini. Ke depan kita tingkatkan lagi apa yang kita lakukan," imbuh Ismunandar.

Tak berhenti di sini saja, untuk meninjang peningkatan kualitas pendidikan khususnya di bidang digital, Ismunandar berjanji akan terus meningkatkan kualitas para guru. "Saat ini gurunya dulu," ujarnya singkat.

©2019 Humas Pemkab Kutim

"Paling tidak kita sudah membuat model dan ini yang di pedalaman, pesisir, kita latih, guru-gurunya. Nanti anak-anak kami di pedalaman, di pesisir yang jauh, tidak mesti harus gurunya yang datang," imbuhnya.

Tak cuma itu, agar para siswa melek teknologi, Ismunandar berjanji akan terus meningkatkan pemerataan akses internet. "Kita sudah bolak balik juga kirim surat ke Kominfo karena masih ada 2 kecamatan kami yang blank spot. Inilah pemerataan yang saya smapaikan. Karena luasnya Kutai Timur sekitar 35.700 km persegi, lebih luas dari Provinsi Jabar."

"Paling tidak kita sudah membuat model dan ini yang di pedalaman, pesisir, kita latih , guru2nya. nanti anak2 kami di pedalaman, di pesisir yang jauh, tidak mesti harus gurunya yang datang."

Di temui di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutim Roma Malau. "Sangat bersyukur, alhamdulillah, berati ini awal beban yg harus kita selesaikan secara bertahap," ujar Roma Malau.

Para guru didik menurut Roma akan mendapatkan reward dan punisment sesuai dengan dedikasi yang mereka berikan. "Semua guru dapat insentif sesuai beban kerja."

"Yang lebih dikembangkan lagi semua dari hulu ke hilir, semua dari 18 kecamatan itu mendapatkan pemerataan pendidikan. Kuantitas, kualitas guru akan kita latih sesuai dengan porsi masing-masing," imbuhnya.

Sementara Ketua DPRD Kutim yang juga istri Bupati Kutim, Encek UR Firgasih di tempat yang sama mengaku akan terus mendukung Kabupaten Kutim dalam mengembangkan sektor pendidikan.

©2019 Humas Pemkab Kutim

"Tentunya DPRD pasti terkait dengan anggaran. Selaku Ketua DPRD yang baru, saya sangat mendukung sekali dalam program kebijakan kepala darerah khususnya di bidang pendidikan. Sebagai Bunda Paud juga, jadi termotifasi untuk pendidikan, baik itu paud, SD dan SMP," ujar Encek.

Bupati Ismunandar menambahkan, dirinya juga tidak akan tertumpu dengan anggaran DPRD. "Kita undang semua stakeholder yang ada, perusahaan tambang, perusahaan batubara, perusahaan sawit, nanti mereka terlibat. Mohon seluruh stakeholder mari sama-sama majukan pendidikan di Kutim, tapi yang terarah," tutupnya.

Seperti diketahui, kepala daerah yang mendapat penghargaan Anugerah Kihajar tahun 2019 selain Kutim yaitu dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Provinsi Jawa Timur (Jatim), Kota Bandung, Kota Semarang, Kabupaten Gunung Kidul, Kota Yogyakarta, Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Banda Aceh. Kabupaten Deli Serdang, Kota Banjarbaru, Kabupaten Gowa, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Badung, dan Kota Jayapura. Untuk diketahui 16 kepala daerah menjadi yang terbaik setelah menyisihkan 155 peserta kepala daerah yang lain. [paw]

Topik berita Terkait:
  1. Kutai Timur
  2. Jakarta
  3. Highlight
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini