Bupati Garut Wanti-Wanti Pejabat Pembuat Komitmen Tak Asal Bubuhkan Tandatangan

Selasa, 13 April 2021 19:47 Reporter : Mochammad Iqbal
Bupati Garut Wanti-Wanti Pejabat Pembuat Komitmen Tak Asal Bubuhkan Tandatangan Bupati Garut Rudy Gunawan. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Bupati Garut Rudy Gunawan meminta agar para PPK (pejabat pembuat komitmen) tidak ceroboh saat melaksanakan kegiatannya. Dengan begitu, maka menurutnya tidak akan ada lagi PPK yang menjadi korban dan berhadapan dengan hukum.

Apa yang diminta oleh Bupati itu, mengacu pada ditetapkannya seorang PPK sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dalam pembangunan pasar Leles.

"Ada sesuatu yang harus kita hentikan yaitu kecerobohan dari PPK, yang menandatangani dengan orang yang tidak mempunyai legal standing (kedudukan hukum), akibatnya satu PPK kita itu menjadi korban," kata Bupati, Selasa (13/4).

Rudy berharap agar para PPK di Kabupaten Garut serius dalam melaksanakan pekerjaannya, khususnya saat menangani aduan masyarakat. Dengan begitu, menurutnya hal tersebut menjadi bagian dari proteksi darinya untuk para PPK.

Hal lainnya, apa yang harus dilakukan oleh PPK menurutnya harus dilakukan dengan baik dan benar. "Sekarang, dumas (pengaduan masyarakat) ini, baik dilakukan terorganisir maupun dilakukan individu, tapi kebanyakan dilakukan terorganisir," katanya.

Selain melaksanakan tugasnya, Bupati menyebut bahwa selain pemberian kuasa kepada PPK, konsultan pengawas pun diharapkan bisa mengingatkan penyedia jasa agar melakukan tugasnya. Hal tersebut pun disetujui olehnya.

"PPK ini kan memberikan kuasa dengan kontrak juga kepada konsultan pengawas, maka konsultan pengawas itulah kepanjangan tangan daripada PPK untuk mengingatkan masing-masing penyedia jasa untuk melaksanakan tugasnya. Sekarang, dalam sistem Perpres (Peraturan Presiden) 12 sebagai penyempurnaan dari Perpres 16, maka yang mempunyai kewenangan itu absolut ada di pengguna anggaran," tutup Bupati.

Sebelumnya, Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi revitalisasi Pasar Tradisional Leles, Kabupaten Garut. Satu orang berstatus sebagai aparatur Sipil Negara (ASN), sisanya dari unsur swasta.

Asisten Pidana Khusus Kejati Jabar, Riyono mengungkapkan satu orang tersangka berlatar belakang ASN berinisial PF. Dalam kasus ini, ia merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK).

"Satu (tersangka) dari unsur ASN dan dua lagi dari unsur swasta (berinisial) RNN dan ARR dari unsur swasta atau dari PT Uni Tano Seuramo selaku pemenang tender proyek revitalisasi Pasar Leles," kata dia, Selasa (23/2). [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini