KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Bupati Eka: Jangan berpikir petani di Tabanan cuma tanam padi

Kamis, 4 Mei 2017 11:48 Reporter : Muhammad Hasits, Mohamad Taufik
Bupati Tabanan. ©2017 Merdeka.com/Muhammad Hasits

Merdeka.com - Sepak terjang Ni Putu Eka Wiryastuti sebagai bupati Tabanan, Bali akhir-akhir ini menjadi sorotan. Bupati perempuan pertama di Bali itu mengaku sudah banyak menerima penghargaan. Menurutnya, ini bukti hasil kerja kerasnya memimpin Tabanan.

Terakhir, Pemkab Tabanan diberi penghargaan dari pemerintah pusat Anugerah Pangripta Nusantara (APN) 2017. Daerah itu dinilai telah berprestasi dalam perencanaan pembangunan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Naional / Bappenas. Tabanan sebagai kabupaten dengan perencanaan terbaik.

Selama menjabat, sudah banyak infrastruktur yang dibangun, terutama jalan raya. Seringkali, dalam proses pembangunan ini sang bupati turun langsung. Bahkan ikut mengaduk-adek semen.

Buat jalan sama-sama, buat jalan aduk-aduk semen bisa satu jam, selfie-selfienya bisa 3 jam. Tapi mereka semangat bikinnya, enggak terasa buatnya, tapi disitulah bentuk perhatian kita, turun langsung mau mendengar, katanya saat ditemui merdeka.com di Jakarta beberapa waktu lalu.

Berikut wawancara lengkap Bupati Eka dengan merdeka.com:

Bagaimana ceritanya Anda bisa mendapatkan penghargaan APN dari pemerintah?

We can do it, biarpun uang kita sedikit, kita bisa kok membangun jalan tanpa uang APBD bisa kok uangnya setengah dari rakyat, kita bangun jalan hotmix sudah hampir 600 kilometer, jalan partisipatif 400 kilometer, sudah berapa itu jalan?. Artinya itu bisa terjadi kalau kita mau.

Selain proses pembangunan, sekarang ini apa saja tantangan yang dihadapi di Tabanan?

Kesehatan perempuan. Ada kanker serviks kita tertinggi, 8 persen kanker servik kita punya, kita tangani cepat kita buat mobil sehat operasional dari desa ke desa, di dalam mobil ada dokter kanker serviks, ada dokter gigi, sama dokter mata. Kita pakai periksa gratis sampai pembagaian kaca mata gratis buat orangtua - orangtua sampai 1000 lebih di Tabanan. Jadi mobil sehat ini kayak mobil sinterklas kalau datang langsung bagi-bagi.

Bupati Tabanan 2017 Merdeka.com/Muhammad Hasits




Berapa jumlah mobil sehat?

Mobil sehat hanya dua, tapi operasionalnya setiap hari. Hampir semua kampung jadikan secara geografi kita paling lengkap dan kondisinya dari kampung ke kampung, desa-desa terpencil. Apalagi, kita punya paling lengkap ada gunung, danau, laut, persawahan. Kita memang paling lengkap, Tanah Lot itu juga punya Tabanan, even kita juga punya daerah-daerah yang masih pedalaman. Walaupun kita punya 27 puskesmas di Tabanan semua melayani kanker serviks. Bagusnya lagi, 5 tahun kita sosialisasi sekarang ibu-ibu lebih preventif dia sendiri yang meriksa dirinya secara bertahap dan sekarang turun tahun kemarin dua persen, mudah mudahan tahun ini nol lah yah, atau 100 persen lah enggak ada kanker serviks lagi ditahun ini

Untuk perempuan, pemda sepertinya memang memberikan perhatian khusus, terutama di bidang kesehatan?

Untuk perempuan kita memang enggak boleh nutup matalah, perempuan adalah the key buat pembangunan, jangan salah banyak pihak menghilangkan peran peempuan its a partner jangan dijadikan saingan, saya contohkan kalau laki-laki dan perempuan dorong benda, sama-sama , apa enggak cepat sampai itu benda ke tujuan, jangan kita (perempuan) gaya-gaya bisa kita kuat, enggak begitu juga.

Dan perempuan kan sebenarnya pulen, coba di Tabanan waktu harga cabai lagi tinggi kita enggak pernah tuh namanya panik. Enggak ada bapak-bapak stres gara-gara cabai lagi harga tinggi, lah wong ibuya rajin menanam berkebun di rumah, apa susahnya kita tanam-tanam di rumah, berkebun sendiri.

Bicara soal cabai, di Tabanan mayoritas atau hampir 70 persen adalah petani. Ini menjadi potensi luar biasa?

Pertanian dan periwisata, makanya aku sinergikan antara BUMdes dan BUNda, kita kaitkan jadi biasanya beras merah saja, kita kembangkan menjadi teh beras merah punya nila lebih tinggi, dimodalin ABPD Rp 200 juta tiap tahunnya oleh BUMdes, suruh beli produknya nanti kita jualin BUNda.

Apa saja program yang mampu mengintegrasikan antara pertanian dan pariwisata?

Jadi kita butuh tanaman yang berkualitas didukung oleh APBD kita. Nantinya pada hasil BUMdes yang ambil, BUNda yang distribusikan. Nah, sawahnya jadi desa wisata.

Nah itu, pengunjung bisa tanami sawah terus nginep di rumah penduduk bayar Rp 100 ribu perhari, itu pengunjung bisa tangis-tangisan kalau sudah selesai berwisata di sana, karena mereka kan (wisatawan) tidur di rumah penduduk kan, kemarin ada pengunjung nangis pulang dari sana, soalnya tidur di rumahnya sudah seminggu.

Kita ada 27 desa wisata, dan tahun ini bakal nambah jadi 41, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih setengahnya lah 60 lah.

Bupati Tabanan 2017 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman




Petani di sana bisa manfaatkan rumahnya jadi home stay?

Hebatnya apa, petani di sana, jangan pernah berpikir di sana petani cuma menanam padi, panen selesai enggak bakalan kaya mas itu petani, petani harus dikebangkan dalam produksinya sendiri. Di sana aktif petani bikin kelompok olahan. Kita contoh kita pelihara lele saja, tapi kita buat olahannya juga, kita buat bakso lele, oh my god, bisa bernilai smpai 200 persen malahan 1000 persen, paling kita abiskan lelenya 1 satu doang dalam olahannya, tapi lakunya ituloh bisa berlipat-lipat keuntungannya.

UMKM di sana ada berapa?

Banyak ada ratusan, ribuan malah kita bina selalu, kita adakan pelatihan, kita ajarin, ini kita mau bikin gebyar festival Tanah Lot, gebyar BumDES, BUMD, kita mau jualan abis-abisan kita mau show off apa yang kita buat di BUMdes mau kita pamerin semua dari kopi luwak kita sudah ekspor ke Korea sampai ada desa bisa buat minyak pijat sama spa, dupa dari handycraft juga ada dari koran bekas.

Kemarin ada dari Samosir mau minta contoh seperti apa pembangunan fasilitas yang ada. Nanti bisa contoh punya Tabanan, gampanglah itu, enggak usah besar-besar dulu Rp 1 miliar saja buat jalan beli semen. Nati bisa lihat video saya, buat jalan sama-sama, buat jalan aduk aduk semen bisa satu jam, selfie selfienya bisa 3 jam. Tapi mereka semangat bikinnya, enggak terasa.

Banyak daerah lain studi studi banding ke Tabanan?

Banyak wilayah lain, itu mah, Banyuwangi itu juga baru study banding soal pariwisata, nah kalau Bogor soal trans serasi dibantu dari Kementerian Perhubungan tiga bus, nah bantu APBD 2 bus, jadi total ada 5 bus kita punya, ditambah 100 oplet mati suri. Ituloh supir yang sudah berganti pekerjaannya sopirnya, karena naik oplet kan gengsi, sekarang kita buat agak lebih trend kita pasang musik, kita pajang foto-foto, senang itu anak-anak, itu sekarang bisa angkut 2000-3000 siswa, tahun ini angkutan gratis anak sekolah sudah sampai 16 ribu siswa. Program angkutan sekolah ini juga jadi penting bisa menghindari anak-anak dari tawuran, narkobaan, apalagi tindak kriminalitas lainnya, sekarang pulang, gimana mau gitu sekolah anter dan jemput langsung, naik diabsen juga adi pulang harus sama jumlahnya.

Terus penting juga pelecehan anak tidak ada. Nol persen khususnya anak perempuan di desa-desa. Salah satunya inspirasi aku dari kejadian pelecehan anak itu, sekolah sekarang harus antar pulang ke sekolah secara gratis.

Ke depannya setelah anak-anak sekolah semuanya punya transportasi gratis, kita mau wacanakan semua masyarakat Tabanan ke mana-mana harus memakai fasilitas transportasi yang ada sudah disediakan secara gratis. Nantinya, kita bakal siapkan setiap 15 menit sekali, sekarang rakyat mah kita buat secara gratis-gratis sajalah.

Jadi dalam membangun Tabanan tak harus mengandalkan APBD?

Jangan-jangan, kita harus kreatif. Kita harus lebih giat pada potensi yang ada, rakyat yang harus nikmati benar itu jadi konsep yang benar. Saya contohkan warga petani Tabanan enak sekali, pupuk dibeliin, bibit dibeliin, berasnya dibeli langsung, jadi ada lagi program PNS Tabanan, namanya PRO SERASI, program beras petani, jadi ada 11 ribu PNS dapat tunjangan Rp 300 ribu, bisa buat beli petani beras Tabanan, beras organik, jadi langsung beli ke petani jadi dapat untung semua, PNS dapat beras, petaninya dibeli, koperasinya juga untung, sehari kita 240 ton muter di situ saja.

Makanya aku dapat lagi Satya Lencana pada tanggal 6 (Mei) dari Pak Presiden Joko Widodo. Karena kita punya Perda pro petani, jadi kalau gagal panen nanti diganti loh APBD, ah pokoknya pro petanilah, satu satuya perda pro petani ada di Tabanan. [war]

Topik berita Terkait:
  1. Tabanan
  2. Highlight

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.