Bupati Dedi ngamuk ancam tak cairkan gaji kepala desa di Purwakarta

Selasa, 29 Maret 2016 12:19 Reporter : Bram Salam
Bupati Dedi ngamuk ancam tak cairkan gaji kepala desa di Purwakarta Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi marah ke kepala desa. ©2016 merdeka.com/bram salam

Merdeka.com - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dibuat emosi dan mendamprat Kepala Desa Margasari, Kecamatan Pasawahan Purwakarta. Kemarahannya dipicu setelah melihat lingkungan di sekitar wilayah itu kotor di penuhi sampah.

"Lain make baju rapih ngajajar nongkrong di sisi jalan, kuduna beberesih lain gagayaan kitu. (bukan malah nongkrong di pinggir jalan pakai baju rapih begitu gaya-gayaan)," kata Dedi saat melakukan Arisan Gotong royong di Kecamatan Pasawahan. Selasa (29/3).

Kemarahan Dedi makin menjadi-jadi. Apalagi setelah melihat jalanan di wilayah itu dipenuhi rumput liar. Sehingga dia mengancam tidak bakal membayar gaji kepala daerah tersebut.

"Moal dibayar ku saya gajina. Ngeunah digaji gawe teu bener. (Tidak saya bayar gajinya. Enak saja mendapat gaji bekerja tidak benar)," tegas Dedi.

Dedi meminta Kepala Desa, RT dan RW di Purwakarta, menggerakkan masyarakatnya untuk menjaga lingkungan. Sehingga tidak ada lagi daerah di Purwakarta yang kotor.

Selain itu, Dedi juga mengancam menurunkan gaji kepala desa hingga ketua Rukun Tetangga (RT) pada awal April ini.

"Awal April ini gaji kades dan RT turun. Di rapel selama 4 bulan totalnya Rp 108 miliar. Tapi saya akan tahan gaji Kades dan RT jika mereka tidak laksanakan tugas-tugas kemasyarakatan," tegas Dedi.

Dedi juga menugaskan para camat untuk melakukan verifikasi terhadap para kades can RT yang benar-benar melakukan tugasnya.

"Nanti tugas para camat yang lakukan verifikasi. Kades hingga RT ini lakukan tugasnya dengan baik atau tidak," ujarnya.

Dia menegaskan tugas kemasyarakatan tidak hanya tugasnya kepala daerah. Kata dia, peran kades hingga RT sangat penting dalam mewujudkan cita-cita Purwakarta Istimewa.

"Kalau saya sendirian yang lakukan tugas kemasyarakatan mana bisa, semuanya harus integral, harus satu padu entah itu saya sebagai bupati, kepala dinas, camat, hingga RT," ujar dia.

Tahun ini, kades mendapat penghasilan Rp 4 juta, ketua RT mendapat honor Rp 600 ribu dan ketua RW sebesar Rp 700 ribu. "Kades awal April ini dapat rapel honor Rp 16 juta. Ketua RT sebesar Rp 2.4 juta dan ketua RW sebesar Rp 2,8 juta. Tahun ini saya naikkan gaji mereka supaya mereka bisa bekerja dengan baik," katanya. [ang]

Topik berita Terkait:
  1. Dedi Mulyadi
  2. Gaji PNS
  3. Purwakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini