Bupati Anas Minta ke Dewan Tetap Lindungi Pasar Tradisional

Jumat, 16 Oktober 2020 16:49 Reporter : Merdeka
Bupati Anas Minta ke Dewan Tetap Lindungi Pasar Tradisional Bupati Anas saat bertemu dengan Paguyuban Pedagang Pasar Susuit Tubun Banyuwangi. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan sejumlah tanggapan sebagai pihak eksekutif atas diajukannya 3 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi. Satu catatan yang paling penting, kata Anas, jangan rubah peraturan daerah yang sudah melindungi pasar tradisional atau usaha mikro dari pasar modern (waralaba).

Anas mengatakan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyambut baik atas disusunnya Raperda perubahan dari ketiga Perda tersebut, ada beberapa pasal yang diubah, ditambah atau dihapuskan. Namun, ada beberapa hal eksekutif tidak sependapat dengan beberapa perubahan pasal.

Perubahan pasal 26 pada Peraturan Daerah nomor 11 tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, dinilai akan mendorong munculnya Mal-mal baru dan menekan posisi sektor mikro seperti pedagang di pasar tradisional.

"Kami tidak sependapat apabila pasal 26 yang melindungi pasar tradisional ini diubah. Karena kalau diubah, ini akan menimbulkan munculnya mal-mal baru dan akan menghancurkan pasar-pasar tradisional di Banyuwangi. Inilah sesungguhnya kenapa sejak awal kami mengupayakan adanya jarak antara pasar modern dan pasar tradisional," kata Anas saat mengikuti rapat Paripurna virtual, Jumat (16/10).

bupati anas saat bertemu dengan paguyuban pedagang pasar susuit tubun banyuwangi
Bupati Anas saat bertemu dengan Paguyuban Pedagang Pasar Susuit Tubun Banyuwangi ©2020 Merdeka.com

Sebelumnya, pada Kamis (15/10), DPRD Banyuwangi mengajukan perubahan dan penambahan pasal atas Peraturan Daerah nomor 11 tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.

Perubahan atas Perda nomor 9 tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Serta perubahan atas Perda nomor 5 tahun 2011 tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan.

Khusus Peraturan Daerah nomor 11 tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, Anas kembali menekankan jika peraturan tersebut diubah, pertumbuhan pasar-pasar modern akan makin menyengsarakan rakyat kecil, dan rakyat akan semakin susah untuk bersaing.

"Dulu kami mengusulkan agar pasar modern dalam bentuk apapun tidak diizinkan di Banyuwangi. Tujuannya agar rakyat kita di kampung-kampung semakin punya kemampuan daya jual dan daya beli," kata Anas.

Anas lantas menyampaikan sejumlah bukti peningkatan ekonomi masyarakat selama ada pelindungan sektor ekonomi mikro.

"Ingat income per kapita kita bisa naik dari Rp 14 juta per orang per tahun menjadi Rp 51,8 juta per orang per tahun karena kita berjuang keras memproteksi pasar. Itulah yang menyebabkan banyak kabupaten lain belajar ke Banyuwangi. Jika ini kemudian kita rubah dengan mengizinkan pasar-pasar modern, maka keberhasilan yang telah kita rintis sekian tahun akan rontok dan ini berarti kemunduran bagi kita," ujar Anas.

Apalagi, lanjutnya, pasca Covid-19, tantangan di sektor serapan tenaga kerja akan sangat berat. Pihaknya berharap, perlindungan terhadap pasar tradisional ini bisa terus berjalan.

"Tentu rakyat akan sangat bahagia. Sebab apa yang kita lakukan bukan hanya memberi ruang untuk investasi, tapi juga melindungi rakyat kecil dari serbuan pasar modern. Kita ingin Banyuwangi maju, tapi pasar tradisional tetap kita lindungi," kata Anas.

Sementara itu, dalam salah satu pembahasan, Ketua Badan Pembentuk Peraturan Daerah (Bapemperda), Sofiandi Susiandi menyebut, dalam Raperda tentang ketertiban umum yang didalamnya menyangkut soal pasar tradisional dan pasar modern, DPRD Banyuwangi meminta adanya penguatan eksistensi pasar di Jalan Satsuit Tubun.

Sebagai kawasan pasar induk di Banyuwangi, pihaknya ingin ada penataan pasar modern atau usaha waralaba berjaringan sebagai antisipasi perkembangan dinamika Banyuwangi.

Kontributor: Mohammad Ulil Albab [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Berita Banyuwangi
  3. Banyuwangi
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini